Kilas Info Nasional

3 Tahun Pasutri Ini Tunggu Kelulusan Anak Jadi PNS, Habis Ratusan…

loading…

PADANGLAWAS UTARA – Pasangan suami istri ( pasutri ), Nurmaiyah Sipahutar beserta suaminya Sangap Daulay, warga Desa Sunggam, Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara baru sadar jadi korban penipuan setelah tiga tahun lamanya. Tak tanggung-tanggung, pasutri ini mengalami kerugian mencapai Rp155 juta lantaran teriming-iming anaknya akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) di Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham ) formasi penjaga tahanan (sipir).

Baca juga: Komplotan Pencuri Kucing Ras yang Gemparkan Bukittinggi Dibekuk Usai Jualan di Medsos

Kepada awak media, Nurmaiyah didampingi suami mengatakan, aksi penipuan yang dialami mereka berawal akhir November tahun 2017 lalu. Kala itu, Nurmaiyah bertemu BED di kediamannya di Desa Sungggam Julu, Kabupaten Paluta.

Pada pertemuan itu, BED mengaku dirinya tengah mengurus anaknya masuk PNS di Kemenkumham sebagai sipir dengan ‘jalur khusus’ (tanpa mengikuti seleksi) melalui seseorang bernama IED (terlapor) dengan persyaratan, wajib menyetor uang sebesar Rp 150 juta serta memberikan berkas lamaran CPNS seperti surat lamaran, fotocopy ijazah, KTP, KK dan SKCK.

Baca juga: Tertipu Arisan Online, Ibu-ibu Berteriak-teriak di Depan Rumah Pelaku

Mendengar hal tersebut, Nurmaiyah yang polos dan awam serta dengan harapan anaknya bisa masuk PNS, merasa yakin dan membicarakan hal itu kepada suami, Sangap Dly. “Habis kami cerita, saya dan suami mufakat dan setuju untuk mengajukan anak kami ke si IED,” ucapnya didampingi penasehat hukum mereka, Divo Alam Siregar dan Armin Sulaiman Lubis.

Sepekan kemudian, tepatnya pada Sabtu 2 Desember 2017. Pasutri ini sepakat untuk mengajukan anaknya bernama Hamzah Nauli Daulay kepada IED dengan harapan si anak segera diangkat menjadi pegawai sipir di Kemenkumham.

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button