Kilas Info Nasional

AHY Ajak Anak Muda Berani Bicara dan Kritis, Bukan Nyinyir

loading…

JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak anak muda untuk berani berbicara, bersikap dan bertindak dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi dan globalisasi.

“Dalam tataran global, ada kecenderungan pada masa pandemi digunakan oleh sejumlah pemerintahan. Untuk konsolidasi kekuasaan, meningkatkan otoritarianisme, dan karenanya mencederai demokrasi,” tutur AHY yang dikutip dari akun Youtube resmi Partai Demokrat yang diunggah Jumat (22/1/2021) dan website resmi Partai Demokrat.

Hal tersebut disampaikan AHY dalam sesi pertama Seminar Online Emerging Leaders Academy yang diselenggarakan oleh The International Republican Institute (IRI) yang bertajuk Masa Depan Demokrasi dan Globalisasi di Tengah Pandemi pada Selasa 19 Januari 2021 kemarin.Baca juga:Demokrat Bantu Korban Banjir Berkaus Jokowi, Politikus PKS: Keren….

AHY menyebutkan, ada empat pola yang menguat belakangan ini, yakni politik identitas dan polarisasi, globalisasi dan penguatan oligarki, online disinformation serta menurunnya kebebasan sipil dan fragmentasi masyarakat sipil.

Untuk itu, AHY mengajak para peserta untuk berkontribusi dalam politik sambil mengingatkan tentang peran pemuda dalam momen-momen penting sejarah bangsa sejak 1928 sampai Reformasi 1998.Baca juga: 7 Pesan AHY untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo

AHY mengatakan, ada tiga hal penting yang dapat dilakukan anak muda. Yakni pertama, berani bersuara dan tetap bertanggung jawab.

“Mari kita berani bersuara. Saya ulangi, berani bersuara. Speak out, tentu dengan tetap bertanggung jawab. Jangan diam. Memang sering kali ada yang bilang silent is golden, tetapi dalam isu-isu kebangsaan, dalam situasi yang kritis apalagi menenuntukan nasib dan masa depan kita semua, anak-anak muda Indonesia harus berani bersikap dan bersuara,” ajak AHY.

“Ketika ada hal yang dianggap tidak baik kita harus kritis, bukankah itu kekuatan anak muda? Bukan nyinyir, bukan hanya menghujat, tetapi kritis dengan solusi,” tegasnya.

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button