Kilas Info Nasional

Bank Sentral Diramal Pertahankan Kembali Suku Bunga

loading…

JAKARTA – Ekonom Bank DBS, Radhika Rao, memperkirakan Bank Indonesia tetap mempertahankan kebijakannya pada tahun ini. Percepatan jumlah kasus Covid-19 baru-baru ini dan dampaknya pada pertumbuhan membuka pintu untuk pelonggaran.

“Hal ini tergantung pada stabilitas rupiah dan nilai tukar riil, yang lebar inflasi rata-rata 1,7% secara tahunan pada Desember 2020, di bawah target selama tujuh bulan berturut-turut,” kata Radhika di Jakarta, Kamis (21/1/2021). ( Baca juga:Suku Bunga Ditahan, Jaga Keuangan Negara )

Dia juga memproyekasi, sebanyak satu kali penurunan suku bunga sebesar 25bps pada paruh pertama tahun ini untuk meredam perlambatan pertumbuhan yang diantisipasi. Di sisi pertumbuhan, peningkatan kasus positif mungkin membuat pihak berwenang mempertimbangkan pembatasan sosial setempat berselang-seling dalam beberapa minggu mendatang, tergantung kurva pandemi karena momentum pertumbuhan melemah memasuki 2021.

Normalisasi kegiatan kemungkinan akan lebih bertahap dengan asumsi kenaikan kasus tajam tidak memicu pembatasan lebih luas. Ekonom Bank DBS pun mempertahankan perkiraan konservatif untuk PDB 2021, sebesar 4%. ( Baca juga:Putri Soleimani pada Trump yang Lengser: Anda Bunuh Ayah Saya, tapi Hidup Ketakutan )

“Hal tersebut dimulai dengan awal cukup positif pada tahun ini, diikuti oleh lonjakan akibat distorsi angka inflasi bulanan dalam pertumbuhan triwulan kedua 2021 sebelum tren berubah menjadi stabil,” jelasnya.

(uka)

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button