Berita

Baru Lahir, Bank Syariah Indonesia Diserbu Netizen soal Mobile Banking : Okezone Economy

JAKARTA – Pasca merger tiga bank BUMN syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), tiba saatnya melihat sejauh apa kesiapan sinkronisasi dan integrasi data yang telah dilakukan bank syariah ‘raksasa’ ini.

Sore ini MNC Portal Indonesia melihat unggahan di akun Instagram Bank Mandiri Syariah yang telah berganti nama menjadi BSI. Terlihat ada ratusan komentar atas informasi resminya merger bank syariah BUMN.

 Baca juga: Ketika Bos BEI Rekomendasikan Saham Bank Syariah Indonesia

Tidak sedikit komentar yang mengeluhkan layanan mobile banking dan internet banking dari BSI. Beberapa komentar lainnya mengenai kebutuhan ATM setor tunai bank Syariah BUMN yang jarang ditemui.

adapun komentar-komentar netizen di twitter sebagai berikut:

“Asslamualaikum bapak/ibu mau tanya dong, apa andorid versi 6 tdk bisa akses mobile banking BSI?,” @shicebreT

 Baca juga: Dirut BSI Ngarep BRIS Jadi Saham Primadona di BEI

“@bsihelp ada apa ini min, sampai kapan seperti ini? Di akses gak bisa,” ujar @kailaforapenk.

“@bsihelp call center kapan waktux lowong? D tlp pagi, sore nda bisa tembus. Tengah malam yaa?,” cuit @achiel_law.

Dalam responsnya admin akun tersebut mengakui sedang ada peningkatan kapasitas mobile banking dan internet banking sehingga aktivitas transaksi nasabah jadi terganggu.

“Mohon maaf atas kendala yang dialami, Kak. Kami infokan terkait kendala transaksi di BSI Mobile saat ini sedang ada peningkatan kapasitas disisi jaringan kami. Untuk memudahkan transaksinya bisa menggunakan ATM dan BSI Net Banking. Terkait kendala tersebut masih dalam proses penanganan kami. -Gibran-,” ujar @BSIHelp.

Bahkan, call center BSI pun mengalami traffic yang sangat tinggi hingga sibuk menanggapi layanan konsumen.

“Assalamualaikum Kak, mohon maaf atas kendalanya. Saat ini traffict kami sedang tinggi. Untuk menghubungi BSI Call silahkan mencoba kembali secara berkala ya kak,” kutip cuitan @BSIHelp.

Dalam hal ini Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjamin kenyamanan nasabah dalam masa integrasi BSI ini.

Pertama yang harus dijaga adalah sinkronisasi. Baik untuk pasar kredit maupun pasar Dana Pihak Ketiga (DPK). “Karena ini penting, masing-masing punya kebijakan yang tidak sama persis satu sama lain,” ujar Rizal saat dihubungi MNC Portal Indonesia hari ini di Jakarta.

Kedua, dia melanjutkan, integrasi dalam data nasabah yang bisa dipengaruhi bila terjadi error. Baik itu dari human error maupun non human error (sistem, teknologi, jaringan, server dll). Ketiga, dia mewanti-wanti sosialisasi yang dilakukan harus secara intensif kepada nasabah dan masyarakat luas.

“Khususnya terkait sinkronisasi dan integrasi di atas. Ini demi meminimalisir miss leading information yang bisa cepat viral,” lanjutnya.

Hal keempat yang harus diperhatikan adalah kesiapan cabang-cabang yang telah siap mengaplikasikan sistem Bank Syariah Indonesia atau juga disebut point of purchase readiness. Karena kantor cabang akan menjadi ujung tombak customer experience bagi para nasabah baik yang sudah existing ataupun potensial.

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button