Info Aktual

Bersiaplah, malam ini ada bulan merah 190 tahun sekali | Radar Ciangsana

Radar Ciangsana – Gerhana bulan total (GBT) atau bulan darah super, hari ini (26/5) adalah fenomena yang sangat langka. Karena acara GBT bertepatan dengan Hari Raya Waisak, hal ini akan terulang kembali pada 190 tahun mendatang. Demikian disampaikan Peneliti Pussains Lapan M Zam-zam N.

“Tahun ini gerhana bulan super merah tidak ada lagi. Ini jarang. Bertepatan dengan Hari Raya Waisak, jadi lebih langka lagi,” kata Zam-zam di Jakarta.

Ia mengatakan, masa gerhana bulan super merah yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak baru bisa disaksikan kembali setelah ratusan tahun.

Ia menyebutkan sekitar 190 tahun jika bertepatan dengan Hari Raya Waisak Tri. GBT akan bertepatan dengan detik Waisak di 15 Suklapaksa (paroterang) Era Buddha Waisaka 2565 yang jatuh pada 26 Mei pukul 18.13 WIB dengan jarak tempuh 357.461 kilometer (km) dari Bumi.

Gerhana akan disaksikan di seluruh Indonesia dari arah Timur-Tenggara tanpa menggunakan alat optik apapun yang terletak di dekat konstelasi Scorpius. Dengan durasi yang cukup singkat dari fase gerhana total yaitu 14 menit 30 detik.

Secara ilmiah, ia mengatakan adanya gerhana bulan juga membuktikan bahwa pengetahuan manusia tentang posisi benda langit sudah benar.

Peneliti atau astronom mampu memprediksi keberadaan benda langit, karena pergerakannya pasti dan benar.

“Ada keteraturan dalam dinamika benda langit, terutama pergerakan Matahari, Bulan, dan Bumi,” kata Zam-zam.

Ia menantang masyarakat untuk membuktikannya dengan melihat apakah detik-detik gerhana bulan super merah yang terjadi itu sesuai prediksi peneliti atau astronom.

“Nanti kita buktikan, (prediksi) yang kita miliki benar apakah kejadian itu benar pada pukul 18.18 WIB. Itu salah satu bukti ilmiah dari fenomena gerhana ini,” ujarnya.

GBT yang terjadi pada Rabu (26/5) ini sangat istimewa karena bertepatan dengan terjadinya Perige, yaitu saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi.

Jadi, satelit alami Bumi akan tampak merah akibat pembiasan sinar matahari oleh atmosfer Bumi, maka GBT kali ini disebut Super Red Moon atau Super Blood Moon. (Antara)

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button