Berita

BNPB: Total 91.657 Jiwa Mengungsi PascaGempa M6,2 di Sulbar : Okezone Nasional

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dari data per 28 Januari 2021, pukul 14.00 WIB, total jumlah warga mengungsi sebanyak 91.657 jiwa pasca gempa M6,2 di Sulawesi Barat.

Jumlah tersebut jika dirinci sebanyak 27.537 jiwa tersebar di 20 titik pos pengungsian wilayah Kabupaten Majene.

“Sedangkan di Kabupaten Mamuju tersebar di 229 titik dengan 58.795 jiwa dan sisanya di Kabupaten Polewali Mandar yang tersebar di 111 titik,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (28/1/2021).

Baca juga:  BNPB: Pelayanan Kesehatan Masih Jadi Kendala di 6 Dusun Terdampak Gempa M6,2 Sulbar

Sementara itu sebelumnya diberitakan, jika pelayanan kesehatan masih menjadi kendala khususnya kepada pengungsi di 6 Dusun di wilayah Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulbar.

Kendala yang masih dihadapi pelayanan kesehatan kepada warga yang mengungsi, khususnya 6 dusun, di wilayah Kecamatan Ulumanda. Tim telah berkoordinasi dengan sukarelawan medis yang bekerja di Desa Tandeallo mengenai kebutuhan pelayanan kesehatan.

 Baca juga: Korban Meninggal Akibat Gempa di Sulbar Capai 105 Orang

Namun, merespons kaji cepat kebutuhan yang dilakukan TRC BNPB, telah didistribusikan bantuan ke beberapa desa, salah satunya di Desa Kalobang, Kecamatan Ulumanda. Bantuan yang didistribusikan antara lain berupa beras, mi instan, gula, biskuit, air mineral, masker dan popok.

Sementara itu, sejumlah helikopter yang dioperasikan BNPB dengan dukungan TNI AU melakukan pendistribusian bantuan logistik berupa makanan dan nonmakanan.

Desa-desa yang didarati helikopter pengangkut bantuan antara lain Desa Kampung Baru, Popenga Atas, Lemo-lemo, Bella, Kalobang, Limbo Rambu, Kopeang, Salogata, Pangasahan dan Topayo. Total sorti distribusi bantuan melalui helikopter BNPB berjumlah 14 sorti.

(wal)

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button