Kilas Info Nasional

Buaya Ganas di Sungai Taikako Terjerat Jebakan, Dagingya Jadi…

loading…

MENTAWAI – Warga Dusun Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai , Sumatera Barat pesta daging buaya seberat 250 Kg. Buaya yang diduga memakan ternak babi milik Baresman Samungilailai (56) warga Dusun Silaoina itu terjerat jebakan yang dipasang di Sungai Taikako dekat jembatan besi.

Baca juga: Mandi di Sungai, Nelayan Labura Ditelan Buaya Ganas

Baresman mengatakan, untuk menarik buaya tersebut dibantu 9 orang warga Dusun Silaoinan. Setelah buaya tersebut tidak bernyawa lagi, kemudian dinaikkan di atas perahu mesin dan buaya tersebut dibawa ke tepi sungai yang dekat rumah Beresman.

Baca juga: Duel dengan Buaya Ganas, Tubuh Bakarudin Mendapat 37 Jahitan

“Sebelum terkena jerat buaya telah memakan satu ekor babi milik saya dengan berat babi sekitar 50 kilogram, melihat hal itu saya menjadi kesal dan langsung memasang jerat yang dipasang di Sungai Taikako dekat dengan jembatan besi,” katanya, Jumat (22/1/2021).

Jerat tersebut sudah dipasang sejak Senin (18/1/) memakai umpan satu ekor anjing. “Pada hari Jumat sekitar pukul 08.00 WIB, saya melihat satu ekor buaya dengan bobot sekitar 250 kilogram dengan panjang sekitar 8 meter terkena jeratan,” terangnya.

Selanjutnya Bareman kembali lagi ke rumah dan memberitahukan kepada tetangga bahwa buaya terkena jeratnya. Dia menyiapkan 2 unit tombak untuk menombak buaya tersebut supaya buaya tersebut mati. “Saya dibantu beberapa orang kembali ke lokasi di mana tempat buaya tersebut terjerat,” kata Beresman.

Setelah buaya tersebut dibawa ke dekat rumah Baresman, untuk menarik buaya tersebut dari atas sampan sampai ke darat membutuhkan tenaga 10 orang laki-laki dewasa. Sesampai di darat buaya tersebut langsung dikuliti. “Dagingnya dibagi-bagi kepada 70 orang, berapa berat daging buaya untuk satu orang tidak bisa diperkirakan sebab tidak ditimbang,” katanya.

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button