Berita

Bukan Lagi Pengekspor Bahan Mentah, 14 Negara ‘Jahili’ Ekspor RI : Okezone Economy

JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan selama pandemi covid-19 atau pada 2020 terdapat 37 kasus trade remedies yang diinisiasi oleh 14 negara kepada Indonesia. Dari 37 kasus tersebut di antaranya 24 terkait kasus Anti Dumping (AD) dan 13 kasus safeguard.

Trade remedies adalah instrumen yang digunakan secara sah untuk melindungi industri dalam negeri suatu negara dari kerugian akibat praktek perdagangan tidak sehat (unfair trade).

Bentuknya bisa berupa bea masuk anti dumping (BMAD) maupun bea masuk tindak pengamanan sementara (BMTP) atau safeguards.

“Selama pandemi Covid-19, tercatat ada 37 kasus pengamanan perdagangan dari 14 negara, terdiri dari 24 kasus anti dumping dan 13 kasus safeguard.” Mendag Lutfi dalam konferensi Pers secara virtual, Jumat (29/1/2021).

Mendag mengatakan, munculnya berbagai kasus tersebut dikarenakan Indonesia sudah bertransformasi dari negara penjual bahan mentah menjadi barang jadi industri berteknologi tinggi. Hal inilah yang ditakutkan oleh beberapa negara.

“Tentunya kita juga bisa melihat bahwa banyak barang-barang Indonesia yang mendapat hambatan perdagangannya di luar negeri,” ujarnya.

Adapun 14 Negara yang menjahili produk ekspor Indonesia di antaranya Filipina, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Turki, Thailand, Selandia Baru, Australia, Mesir, Afrika Selatan.

“Jadi biarlah. Ini bukan kali pertama kita diganggu orang, tetapi saya bisa menjamin bahwa ini bakal terjadi banyak kasus dengan Indonesia,” pungkas Mendag.

Sebelumnya, Mendag mengaku kesal atas kebijakan pemerintah Filipina yang menjahili ekspor mobil dari Indonesia. Filipina mengeluarkan kebijakan safeguard berupa bea masuk tindakan pengamanan perdagangan sementara (BMTPs). Selain itu ada juga Nikel yang dipermasalahkan oleh Uni Eropa.

“Industri kita juga dijahilin. saya kesal kita ini menjual mobil kira-kira USD1,5 miliar ke Filipina. Nah, sekarang menetapkan safeguard untuk industri mereka di Filipina dari mobil kita,” kata Lutfi dalam webinar, Rabu (27/1/2021).

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button