Kilas Info Nasional

Burung Bulbul, Tukang Cukur, dan Sang Anak

loading…

Berikut Canda Ala Sufi terjemahan Muhdor Assegaf dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra.

Baca juga

: Canda Ala Sufi: Ongkos Hari Ini untuk Kemarin, Kemarin untuk Hari Ini

Seekor Burung Bulbul

Suatu hari, Nashruddin masuk ke sebuah kebun, lalu naik ke sebuah pohon yang lebat buahnya. Setelah di atas, dia memetik buah itu dan memakannya. Tak lama kemudian, pemilik kebun itu datang dan melihat Nashruddin, lalu berteriak dan berkata, “Apa yang sedang kau lakukan di situ?”

Nashruddin menjawab, “Aku adalah seekor burung bulbul.”

Lalu si pemilik kebun kembali berkata, “Berkicaulah, agar aku dapat mendengarkannya.”

Maka Nashruddin pun berkicau dan menirukan suara burung bulbul. Mendengar suara Nashruddin itu, pemilik kebun tertawa dan bertanya, “Begitukah burung bulbul berkicau?”

Nashruddin menjawab, “Burung bulbul tak pernah berkicau lebih baik dari apa yang pernah kuperdengarkan…”

Baca juga: Canda Ala Sufi: Buah Pala untuk Bayi dan Dua Pintu Rumah

Bagian Lain Kutanami Pohon Jerami

Suatu kali, Nashruddin mencukur rambut pada orang bodoh sehingga beberapa bagian dari kepalanya terluka, dan tukang cukur itu menutup luka tersebut dengan kapas. Tetapi, Nashruddin kemudian merasa sakit dan langsung berdiri. Tukang cukur itu berkata pada Nashruddin, “Sabar, sebentar lagi selesai…”

Dengan kesal Nashruddin menjawab, “Cukup… Engkau telah menanami sebagian kepalaku dengan pohon kapas dan aku akan menanami sebagian yang lain dengan pohon jerami.”

Baca juga: Canda Ala Sufi: Aku Datang untuk Memberitahumu, Allah Satu Jawaban Juga Satu

Lebih Tua Nashruddin atau Anaknya?

Suatu hari, putra Nashruddin berkata padanya, “Wahai ayah, aku masih ingat saat engkau dilahirkan. Engkau dimaki oleh ibumu, lalu dia mendiamkanmu.”

Maka Nashruddin pun menoleh pada istrinya dan berkata padanya, “Mengapa engkau memakinya, mungkin dia menyamakan dirinya denganku di masa kecil…”

Baca juga: Canda Ala Sufi: Ahli Waris, Bagaimana Membedakan Wanita dan Pria?

(mhy)

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button