Kilas Info Nasional

CEO Telegram Hapus Ratusan Pesan Berisi Hasutan

loading…

JAKARTA – Pendiri Telegram, Pavel Durov, menyebut Telegram telah menghapus ratusan pesan berisi hasutan untuk melakukan kekerasan di AS. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya ketegangan politik di Amerika Serikat.
BACA JUGA – Siap-Siap Terkejut! Ini Jawaban WHO Terkait Pasien Nol Covid-19

Penghapusan pesan berisi hasutan melakukan kekerasan itu sesuai dengan persyaratan layanan Telegram.

Dalam unggahan Telegram publiknya, Durov menekankan komitmen layanan untuk melarang pidato yang secara aktif memicu kekerasan.

“Telegram menyambut baik debat dan protes damai. Namun Persyaratan Layanan kami secara eksplisit melarang penyebaran seruan publik untuk melakukan kekerasan,” kata Pavel Durov, dikutip dari The Verge, Selasa (19/1/2021).

Ia mencontohkan debat dan protes damai dimaksud antara lain gerakan sipil di seluruh dunia bergantung pada Telegram untuk membela hak asasi manusia tanpa menimbulkan kerugian.

Namun dengan unggahan Durov tidak membahas tentang fitur obrolan terenkripsi yang melindungi percakapan dari akses luar dan harus tunduk pada moderasi terpusat.

Durov mengatakan bahwa Telegramtelah melihat lonjakan yang sama dalam ancaman kekerasan yang dilaporkan oleh layanan AS lainnya selama sebulan terakhir.

“Pada awal Januari, tim moderasi Telegram mulai menerima peningkatan jumlah laporan tentang aktivitas publik terkait AS di platform kami,” tulis postingan tersebut. BACA JUGA – Perburuan ‘Huang Yanling’ Ilmuwan dan Pasien Covid-19 Pertama di Dunia

(wbs)

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button