Berita

Dalam persidangan Kamis nanti, kubu Rizieq dipastikan divonis bebas dari kasus keramaian

Jakarta, Radar Ciangsana –

Pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro yakin kliennya akan dibebaskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam kasus pengabaian massa. protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor.

Putusan sidang perkara massa Petamburan dan Megamendung dengan terdakwa Rizieq akan dibacakan majelis hakim pada Kamis (27/5).

“Secara hukum, saya yakin habib itu gratis,” kata Sugito kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/5).

Sugito mengaku Rizieq seharusnya tidak divonis dalam kasus ini berdasarkan fakta hukum di persidangan. Ia menilai, berbagai alat bukti, keterangan saksi, dan ahli yang dihadirkan Rizieq telah memastikan bahwa kliennya tidak bersalah atas kasus tersebut.

“Secara legal ya, kami berharap bisa bebas. Berdasarkan keterangan ahli dan bukti yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, Sugito pesimistis Rizieq akan dibebaskan jika persidangan masuk ke ranah politik yang terbungkus jebakan hukum. Menurut dia, berbagai langkah hukum yang telah dilakukan akan sulit terwujud untuk membebaskan Rizieq.

“Kalau ini ranah politik, kalau ranah politik, tapi prosesnya legal, apapun kekuatan hukum kita akan sulit untuk bebas,” ujarnya.

Selain itu, Sugito mengatakan bahwa Rizieq siap menghadapi putusan hakim dalam kasus keramaian di Petamburan dan Megamendung. Ia mengatakan, Rizieq tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi putusan tersebut.

“Habib Rizieq siap menghadapi putusan. [Persiapannya] bukan apa-apa, “kata Sugito.

JPU mendakwa Rizieq dengan hukuman dua tahun penjara dalam kasus keramaian Petamburan. Ia juga dilarang bergabung dengan organisasi tersebut selama tiga tahun akibat kasus tersebut.

Selain itu, Rizieq juga didakwa 10 bulan penjara dalam kasus massa Megamendung. Kedua kasus tersebut diselidiki tak lama setelah Rizieq tiba di Indonesia dari Arab Saudi pada 10 November 2020.

Rizieq menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan masjid di Pondok Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung pada 13 November 2020. Saat itu, ia disambut keramaian di kawasan Megamendung.

Setelah itu, Rizieq juga menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan pada 14 November 2020.

Acara yang berlangsung hingga dini hari itu diperkirakan melibatkan kurang lebih 5.000 orang. JPU menilai peristiwa tersebut tidak mengindahkan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 dalam dakwaannya.

Namun, Rizieq dan FPI sudah membayar denda kepada Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp. 50 juta. Dalam persidangan, pakar Refly Harun menyatakan Rizieq tidak boleh dihukum karena sudah membayar denda.

(rzr / bmw)

[Gambas:Video CNN]


Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button