Berita

Dewan Keamanan PBB Mendesak untuk Memberikan Sanksi yang Sesuai untuk Myanmar

Jakarta, Radar Ciangsana –

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan Keamanan PBB) didesak untuk memperluas hukuman untuk Myanmaryaitu tidak hanya berupa embargo senjata global tetapi juga sanksi di bidang ekonomi.

Seruan itu dibuat oleh Penyelidik Hak Asasi Manusia PBB Thomas Andrews setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB yang direncanakan dengan junta militer Myanmar pada hari Jumat. Andrews menilai perluasan sanksi layak diberlakukan mengingat dugaan kekejaman junta militer Myanmar.

Dia mengatakan militer negara itu telah membunuh, memukuli, dan menangkap pengunjuk rasa secara ilegal sejak kudeta 1 Februari.

“Negara harus memberikan sanksi kepada perusahaan migas yang dikendalikan militer Myanmar dan menjadi sumber pendapatan terbesarnya,” tulis Andrews dalam laporannya kepada Dewan HAM PBB di Jenewa seperti dikutip Antara. AFP.

Andrews, pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di Myanmar, menulis tentang penindasan brutal terhadap massa protes anti-kudeta di Myanmar. Ia juga mengimbau masyarakat internasional untuk bertindak tegas mendukung masyarakat di sana untuk memulihkan demokrasi.

“Taruhannya tidak bisa lebih tinggi,” kata Andrews Reuters.

Merujuk pada situasi di negara tersebut, maka dimungkinkan untuk menginvestigasi atau menuntut dugaan kejahatan dan kekejaman melalui Mahkamah Pidana Internasional. “Ini termasuk genosida, kejahatan peran dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata laporan itu.

Dia juga mendesak anggota Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan kebrutalan militer yang tak henti-hentinya menimpa masyarakat Myanmar.

Demonstran menggunakan perisai buatan sendiri di tengah protes anti-kudeta Myanmar. (AFP / STR)

Sudah sebulan sejak negara mengalami kekacauan sejak militer merebut kekuasaan pada awal Februari 2021. Rabu (3/3) merupakan hari paling berdarah karena PBB mencatat sedikitnya 38 orang tewas dalam sehari.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan untuk membahas krisis di Myanmar pada hari Jumat, mengingat tekanan internasional yang semakin meningkat. Militer Myanmar sebelumnya diakui berulang kali menerima sanksi dan 41 negara telah memberlakukan embargo senjata terhadap Myanmar.

Infografik Mereka yang Menentang Kudeta MyanmarInfografik Mereka yang Menentang Kudeta Myanmar. (CNNIndonesia / Asfahan Yahsyi)

(AFP / Reuters / nma)

[Gambas:Video CNN]


Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button