Kilas Info Nasional

Evaluasi PPKM di Jabar, Laporan Kasus COVID-19 Harian Masih…

loading…

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya masih dihadapkan pada kendala penumpukan laporan kasus harian COVID-19 selama lebih dari sepekan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pihaknya mengaku telah melaksanakan evaluasi pelaksanaan PPKM alias PSBB proporsional di Jabar itu mengacu padadata real time atau aktual. Namun, di saat yang bersamaan penumpukan laporan kasus harian COVID-19 masih saja terjadi.

“Karena di Jabar, data lama masih tercampur. (Contohnya) pada Jumat (15/1/2021), dari 3.095 kasus, 2.224-nya kasus lama,” ungkap Ridwan Kamil dalam keterangan resminya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Masyarakat Kota Bekasi Paling Patuh Pakai Masker, Tasikmalaya Terburuk

“Ini masih terus kita perbaiki, termasuk analisis PPKM. Kita akan analisis sendiri menggunakan data yang real time, bukan data yang tercampur dengan data lama. Sedang dikomunikasikan (cara evaluasinya) via Pak Sekda, mana yang masa lalu, mana yang real time PPKM. Kalau menganalisa PPKM pada data lama ‘kan tidak fair,” sambung dia.

Meski begitu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyatakan, selama PPKM dilaksanakan di 20 kabupaten/kota di Jabar, tren kepatuhan warga Jabar untuk memakai masker dan menjaga jarak meningkat.

“Dari rata-rata sebelum PPKM itu (persentase) 50-an persen, sekarang memakai masker naik ke angka 70 persen dan menjaga jarak 60 persen,” sebutnya.

Rinciannya, pada 11 Januari 2021, tingkat kepatuhan memakai masker adalah 50,88 persen. Angka meningkat menjadi 60,37 persen per 13 Januari 2021 dan meningkat hingga 71,83 persen per 15 Januari 2021.

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button