Info Aktual

Hanya Ada di Indonesia dan AS, Potensi Aspal Buton Asbuton 694 Juta Ton

Pada 2021 ini, diharapkan pemanfaatan Asbuton sebagai produk dalam negeri yang nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 30-89 persen dapat meningkat. Untuk mewujudkannya, diperlukan usaha dari berbagai aspek. Dimulai dari sektor hulu atau industri pertambangan.

Jika hingga tahun 2025 terjadi peningkatan kapasitas Asbuton sebesar 33 persen, maka Asbuton akan mampu memenuhi kebutuhan aspal nasional sebesar 49,36 persen. Sisanya, sebesar 37,08 persen kebutuhan aspal akan diisi oleh Aspal Minyak Pertamina dan 13,61 persen akan diisi oleh Aspal Minyak Impor.

Untuk mencapai target tersebut, perlu diperhatikan kesiapan industri hilir, mengolah Asbuton menjadi produk yang sesuai dengan permintaan konstruksi jalan, sehingga Asbuton dapat digunakan untuk jalan desa, kabupaten kota, dan provinsi di Indonesia, tentunya untuk kebutuhan jangka panjang negara.

Selanjutnya, juga disiapkan infrastruktur penyaluran dan distribusi produk seperti pelabuhan dan jalan di Buton.

“Guna mencapai target tersebut, penggunaan Asbuton perlu memperoleh dukungan untuk menjadi prioritas, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, agar dapat digunakan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota, dan desa,” ujar Ayodhia.

Di Indonesia sendiri terdapat 16 perusahaan yang bergerak dalam industri Asbuton.

Terdapat tujuh jenis Aspal Buton, yakni B 5/20 Buton Granular Asphalt (BGA), B 50/30 Lawele Granular Asphalt (LGA), pracampur performance grade (PG) 70, pracampur PG 76, pracampur, cold paving hot mix Asbuton (CPHMA), dan Asbuton Murni. Dengan kapasitas terpasang sebanyak 1,995,000 ton per tahun, target produksi di Indonesia pada tahun 2021 baru sepertiganya, yakni sebesar 705,300 ton per tahun.

“Selain sebagai penghasil Asbuton untuk kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga berpeluang untuk menjadi negara pengekspor Asbuton Murni yang setara dengan Aspal Minyak pada tahun 2024 dengan rencana pengembangan ekspansi pabrik full extraction,” tutup Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Wika) Bitumen Sri Mulyono.

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button