Berita

Human Rights Watch: Junta Militer Tidak Pernah Benar-benar Mundur : Okezone News

YANGON – Penangkapan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dianggap tidak terlalu mengejutkan. Alasannya, militer Myanmar kerap “membayangi” pemerintahan yang berkuasa.

Aktivis Human Rights Watch John Sifton mengatakan junta militer yang memerintah Myanmar selama beberapa dekade tidak pernah benar-benar mundur dari kekuasaan sejak awal.

“Mereka tidak pernah benar-benar tunduk pada otoritas sipil sejak awal, jadi peristiwa hari ini dalam arti tertentu hanya mengungkapkan realitas politik yang sudah ada,” terangnya, dikutip BBC.

Sementara itu, sejarawan dan penulis yang berbasis di Yangon, Thant Myint-U menilai akan ada “pintu terbuka” untuk masa depan yang sangat berbeda.

“Saya memiliki firasat buruk bahwa tidak ada yang benar-benar dapat mengendalikan apa yang akan terjadi selanjutnya,” ujarnya.

(Baca juga: Australia Desak Militer Myanmar Bebaskan Suu Kyi dan Pejabat Tinggi Lainnya)

“Dan ingat Myanmar adalah negara yang penuh dengan senjata, dengan perpecahan yang mendalam lintas etnis dan agama, di mana jutaan orang hampir tidak bisa menghidupi diri mereka sendiri,” lanjutnya.

Diketahui, Suu Kyi dan Presiden Win Myint ditahan Senin (1/1) pagi sebagai bagian dari kudeta, setelah Liga Nasional untuk Demokrasi menang telak dalam pemilihan umum.

Militer Myanmar mengatakan akan mengambil alih pemerintahan selama setahun dan mengumumkan keadaan darurat di negara itu.

(Baca juga: Australia Kecam Militer Myanmar yang Diduga Mengudeta Suu Kyi)

Penahanan tersebut terjadi di saat pemerintahan sipil Myanmar yang dipimpin Suu Kyi berselisih dengan militer. Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi, militer Myanmar mengatakan Suu Kyi ditahan terkait dugaan “kecurangan pemilu”.

(sst)

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button