Kilas Info Daerah

Jaro Baduy mempertanyakan kepastian pembangunan bendungan Pasirkopo

LEBAK, Radarciangsana.com – Pada pertemuan Intelligent Community Alliance (AMC) yang dihadiri oleh Kepala Desa yang tergabung dalam Wilayah Terdampak Rencana Bendungan Pasirkopo, Kecamatan Lewidamar, serta tokoh dan aktivis dari Leuwidamar, untuk membahas isu-isu yang menghambat rencana pembangunan bendungan Pasirkopo, Kecamatan Leuwidamar, kawasan Saung Huma Cikapek, Leuwidamar. Rabu, (03/03/2021).

Seperti diketahui sebelumnya, rencana pembangunan bendungan Pasirkopo Kecamatan Leuwidamar sudah berlangsung puluhan tahun, bahkan warga Leuwidamar sebenarnya sudah mengetahui tentang bendungan tersebut dari cerita orang tuanya, sehingga tidak aneh bila dilakukan studi BBWSC3. dari 1995 hingga 2020 muncul. di depan umum. Rencana ini sudah matang, namun hingga saat ini belum ada kejelasan tentang dimulainya pembangunan.

Di sela-sela pembahasan isu yang mengemuka di penghujung hari, Kepala Desa Kanekes (Jaro Baduy), Saija mengemukakan sejumlah hal yang ingin ia sampaikan kepada Kementerian PUPR, dan Presiden Jokowi, terkait bendungan.

Jaro Baduy mempertanyakan kepastian pembangunan bendungan Pasirkopo
Jaro Baduy mempertanyakan kepastian pembangunan bendungan Pasirkopo

“Konstruksi dimulai, jeung iraha tanah dan rekening bank lunas? (Kapan pembangunan bendungan dimulai? Dan kapan mau bayar tanahnya?),” Ujarnya.

Ini terkait warga yang memang memiliki sejumlah lahan di desa lain yang terkena dampak pembangunan bendungan. Warga Baduy hanya menginginkan kepastian untuk memulai dan membayar tanahnya, sehingga bisa segera memindahkan tanahnya ke daerah lain. Ini menunjukkan keberpihakan dan dukungan warga Baduy terhadap pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah, kata Ketua AMC Ki Buya Karis.

Apih Hanapi menambahkan sebagai tokoh di Kecamatan Leuwidamar, bahwa Desa Kanekes memang bukan kawasan tergenang air secara langsung, melainkan sebagai desa yang berbatasan dengan wilayah genangan rencana pembangunan bendungan, bagi warga Baduy sudah tidak asing lagi dengan bendungan, karena sudah tidak asing lagi. Juga memiliki bendungan alam yang disebut “dangdang” sudah sangat memahami betapa bendungan memiliki berbagai manfaat, baik sebagai sumber air, maupun penunjang kehidupan manusia.

Baca juga: Ketua DPP Banten Badak meminta Kementerian PUPR segera mengeksekusi Bendungan Pasir Kopo

Bagi Desa Kanekes yang mereka jaga adalah wilayah adatnya, sehingga memang tidak diperbolehkan mengambil material batu di kawasan tanah adat Baduy, karena selain merusak juga akan menyebabkan tanggul alam mereka longsor, sehingga batu kuari tersebut. bahannya harus diambil dari desa lain yang memang memiliki potensi yang sama.

Terkait pertanyaan Jaro Baduy, AMC akan memfasilitasi segala harapan Kepala Desa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cerdas, untuk disampaikan kepada Menteri dan Presiden, agar pembangunan bendungan Pasirkopo, leuwidamar dapat segera terwujud dan berjalan sesuai ekspektasi kepentingan Masyarakat Banyak, tutup Buya Karis. (PRI / Merah)

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button