Kilas Info Nasional

Kasus Pelanggaran Kode Etik Polres Medan Helvetia, Warga Minta …

Memuat …

BIDANG – Muhammad Jefri Suprayudi kembali ke Divisi Profesi dan Keamanan Polda Sumatera Utara (Bid Propam Polda Sumut) untuk memenuhi panggilan gelar perkara terkait dugaan perkara pelanggaran kode etik yang dilakukan Polsek Medan Helvetia, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja KM 10.5, Medan Amplas, Jumat (05/03/21).

Didampingi kuasa hukumnya, Sipayung Panggabean dan Advokat Mitra yaitu Roni Prima Panggabean SH CLA dan Jhon Feryanto SH, Jefri meminta Polda Sumut untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat Sumut khususnya bagi dirinya. Baca juga: 28 Petugas polisi di Polda DIY melanggar kode etik, dua dipecat

Ia berharap ke depan tidak ada lagi perbuatan orang-orang nakal yang bertindak tidak profesional dalam penegakan hukum. “Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi orang yang dihukum secara brutal oleh oknum polisi yang nakal,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, usai memenuhi panggilan perkara di Bid Propam Poldasu.

Sementara itu, pengacaranya, Roni Panggabean, mengatakan, pihaknya telah mempresentasikan seluruh data dan fakta sebelum Bid Propam Polda Sumut, mulai dari penyerahan uang, penangkapan, pembebasan, penyitaan ponsel yang belum dikembalikan, hingga mobil yang belum dikembalikan. telah dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

“Kita semua sudah buktikan bentuknya, serta tata cara dalam proses penangkapan, penahanan dan pembebasan serta penyitaan oleh Polsek Medan Helvetia. Kita juga sudah jelaskan dan kita faktorkan secara terbuka,” ujarnya. Baca juga: Sepanjang 2020, Dewas KPK Terima 15 Pelanggaran Code of Conduct, 4 Diadili

Diakui Roni, seluruh anggota Polsek Medan Helvetia yang terkait dengan kasus tersebut juga hadir pada judul perkara, termasuk Kapolres, Kompol Pardamean Hutahahean, dan mantan Wakil Kapolri AKP berinisial DK. bahwa semua tuduhan pemerasan ini adalah faktual, berkisar antara Rp. 200 juta tunai, mobil dan handphone, ”ujarnya.

Ia yakin dan yakin Kapolres Sumut Bid Propam Polda Sumut dalam menegakkan hukum yang berkeadilan, khususnya Jefri sebagai warga Sumut yang haknya dirampas oleh Polres Medan Helvetia. “Ini perhatian kami kepada Kapolda Sumut yang baru, untuk menindaklanjuti dugaan ketidakprofesionalan anggota Polri di Polres Medan Helvetia. Polda Sumatera Utara mampu menindak unsur-unsur nakal, ”ucapnya. Baca juga: Heboh! Plat Mobil Berupa Nomor BK 91251 125 di Jalanan Kota Medan, Begini Penjelasannya

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses. “Nanti akan ada tindak lanjut judul perkara karena belum diputuskan. Tunggu saja hasil judul perkara selanjutnya,” kata Nainggolan.

(mengenakan)

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button