Kilas Info Daerah

‘Kebijakan Pemerintah Harus Memperhatikan Kepentingan Rakyat’

RADARCIANGSANA.COM, SOLO — Kepentingan rakyat adalah kepentingan umum yang menjadi tujuan kebijakan negara dan juga hukum agama. Jadi negara melalui pemerintah (umara) tentunya bertanggung jawab dan akan dimintai pertanggungjawaban atas segala kebijakan yang dibuat untuk tujuan kemaslahatan tersebut.

Dosen Pascasarjana Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Surakarta, Amir Mahmud mengatakan, sebenarnya bukan hanya pemerintah (umara) yang bertanggung jawab atas kemaslahatan umat ini, tetapi juga peran umat. ulama harus selalu menjamin berbagai kegiatan keagamaan. dan kebangsaan yang sejalan dengan syariat untuk mencapai kemaslahatan bersama.

“Kebijakan pemerintah terkait masalah keagamaan seperti pelaksanaan haji tentunya juga harus mempertimbangkan kemaslahatan, tidak hanya aspek ibadah, terutama dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, termasuk sebagai upaya perlindungan masyarakat sendiri agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19,” kata Amir Mahmud di Solo, Kamis (10/6).

Lebih lanjut Amir mengatakan, informasi pembatalan haji tahun 2021 sudah lama diberitakan dan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Pakistan, India, Italia dan beberapa negara lainnya.

“Pertimbangannya memang ada pandemi, meski ada isu jemaah haji yang mau berangkat harus mengikuti vaksin yang ditentukan pemerintah Arab Saudi. Jadi sebenarnya keputusan pemerintah sudah tepat,” ujar pria yang juga Direktur. dari Pusat Amir Mahmud.

Amir juga menegaskan, dengan dalih melindungi nyawa dari wabah global ini, harus menjadi perhatian dan keputusan pemerintah, meski hal ini banyak ditentang banyak pihak. Namun, dia menyebut keputusan pemerintah itu menuai kontroversi, pro kontra. Banyak yang setuju, tapi tak sedikit yang keberatan, mengkritik, bahkan mencaci-maki pemerintah dan menyebarkannya kebohongan.

“Hal ini pada akhirnya memunculkan berbagai narasi negatif yang muncul. Tak sedikit yang menyalahkan pemerintah, bahkan menuduh Kementerian Agama tidak kompeten atas kebijakan ini. Untuk itu, diperlukan peran ulama dan umara untuk bersinergi dalam menjamin kemaslahatan. dari rakyat terwujud,” ujar peraih gelar doktor bidang Studi tersebut. Islam dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Oleh karena itu, Amir menyarankan agar dialog dilakukan melalui jalur yang ada, seperti lembaga pembinaan haji dan lembaga masjid, agar tidak ada respon negatif. Tentu saja, dia menyebutkan bahwa beberapa orang atau kelompok tertentu yang menentang keputusan pemerintah akan terus mengkritik dalam arti tidak adil, berdosa, atau merusak nilai-nilai ajaran Islam.

“Ya tentu kita perkuat pendewasaan nasionalisme agama, bahwa dalam ajaran Islam, menjaga jiwa harus menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan undang-undang atau kebijakan oleh pemerintah, jika tidak maka akan marah. Ini bukan larangan yang tanpa alasan syari’at yang dipahami masyarakat saat ini,” kata lulusan Magister Sosiologi Agama Universitas Muhammadiyah Surakarta ini.

Menurut dia, pemerintah harus berpegang pada prinsip kehidupan demokrasi dan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Menurutnya, kita harus belajar dari apa yang terjadi di Malaysia, negara yang awalnya cepat dalam menangani dan mengatasi pandemi Covid-19, namun kini semakin parah saat ini.

“Jangan sampai Indonesia seperti itu. Jadi kalau ada” kebohongan yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak suka, jika menyimpang dan menyalahi koridor hukum, maka baginya akan dijerat dengan UU ITE. Untuk itu, jangan memberikan staemen yang tidak sehat, karena negara dan dunia saat ini sedang mengalami pandemi yang sangat dahsyat,” ujar lulusan Akademi Militer Afghanistan tersebut.

Terakhir, Amir juga menambahkan bahwa akan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik di balik kejadian ini. Itu semua membuktikan, dalam skala nasional bangsa ini dituntut untuk saling memberikan yang terbaik dan saling memperkuat kebersamaan.

“Dan sebagai pelajaran bahwa bangsa ini harus mengutamakan dan peduli pada negara, bukan kepentingan elit. Gunakan kecerdasan dari wawasan kebangsaan yang religius,” ujarnya.

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button