Berita

Kejaksaan menetapkan Benny Tjokro sebagai tersangka TPPU Asabri

Jakarta, Radar Ciangsana –

Kantor Kejaksaan Agung Investigasi kembali memutuskan Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat sebagai tersangka pencucian uang (TPPU) terkait korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT. Asabri (Persero).

“Yang menjadi tersangka kasus TPPU kali ini adalah BTS dan KK yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan dan investasi dana di PT Asabri,” kata Kepala Pusat Informasi Umum Kejaksaan Agung. Leonard Eben Ezer Simanjuntak. , dikutip dari Antara, Sabtu (6/3).

Direktur PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro (BTS) dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat (HH) ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pengungkapan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Tim Penyidik ​​Direktorat Penyidikan Kejahatan Khusus Jaksa Agung Muda.

Leonard menjelaskan, dalam kasus ini dari tahun 2012 hingga 2019, PT Asabri (Persero) telah melakukan penempatan investasi berupa pembelian saham dan produk reksa dana kepada pihak-pihak tertentu melalui sejumlah ‘nominees’ yang terafiliasi dengan BTS dan HH tanpa ada. analisis. analisa fundamental dan teknikal dan hanya formalitas saja.

Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, Kepala Divisi Investasi selaku penanggung jawab di PT Asabri (Persero) sebenarnya bekerjasama dengan BTS dan HH dalam pengelolaan dan penempatan investasi PT Asabri (Persero) dalam bentuk saham dan produk reksa dana yang tidak disertai dengan analisa fundamental dan analisa teknikal.

Sehingga investasi tersebut melanggar ketentuan prosedur operasi standar (SOP / prosedur operasi standar) dan pedoman penempatan investasi yang berlaku untuk PT Asabri (Persero).

Atas dasar itu, terdapat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, Kepala Divisi Penanaman Modal yang menyetujui penempatan investasi PT ASABRI (Persero) tanpa melalui analisa fundamental dan analisa teknis, ”ungkapnya. Leonard.

Penempatan dana investasi PT Asabri (Persero) yang hanya berdasarkan analisis penempatan reksa dana yang dilakukan secara formal, oleh BTS selaku Direktur PT Hanson International bersama dengan HH selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, LP sebagai Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk, SJS sebagai Konsultan, ES sebagai nominee, RL sebagai Presiden Komisaris PT Fundamental Resources and Beneficiary Owner dan B sebagai nominasi BTS untuk saham SUGI melalui nominee ES mengakibatkan penyimpangan pada saham PT Asabri dan investasi reksa dana yang merugikan Rp 23,73 triliun.

Oleh karena itu, BTS dan KK sebagai pihak yang mengurus dan menimbulkan kerugian negara dalam hal ini PT Asabri (Persero) ditetapkan sebagai tersangka ML dengan dikenai pasal-pasal dugaan melanggar Pasal 3 dan / atau Pasal 4 UU U Nomor 8 Tahun 2010. tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang.

“Tim penyidik ​​jaksa penuntut akan terus mengejar dan menindak siapa pun yang terlibat dalam kasus tersebut dan akan diminta pertanggungjawaban atas tindakan yang telah dilakukan dalam kasus tersebut,” kata Leonard.

Selain itu, Kejaksaan Agung berharap masyarakat dapat mengawal dan mendukung penyelesaian kasus korupsi dan pencucian uang dalam pengelolaan keuangan dan investasi dana di PT Asabri (Persero).

(antara / usia)

[Gambas:Video CNN]


Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button