Kilas Info Nasional

Kembangkan Kawasan Batam, Menko Perekonomian Serahkan PP KEK BAT dan Nongsa

Memuat…

BATAM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan dua Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Batam yang ditandatangani Presiden RI Joko Widodo pada 8 Juni 2021.

Dua PP yang ditandatangani Presiden itu adalah PP Nomor 67 Tahun 2021 tentang KEK Batam Aero Technic (BAT) dan PP Nomor 68 Tahun 2021 tentang KEK Nongsa.

Penyerahan kedua PP tersebut dilakukan di lokasi KEK Batam Aero Technic kawasan Bandara Hang Nadim Batam dan di KEK Nongsa Digital Park, Nongsa, Batam, Sabtu (12/6/2021).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Ketua DPRD Batam Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan penetapan dua KEK tersebut sangat strategis dalam mendukung pembangunan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun. Yang saat ini sedang dikembangkan sebagai Free Trade Zone dan Free Port atau Free Trade Zone yang telah mampu menarik investasi, baik asing maupun domestik.

Menurut Menko Perekonomian, KEK Batam Aero Technic seluas 30 ha, memiliki target investasi Rp 7,2 triliun dan penciptaan 9.976 lapangan kerja. Sesuai dengan ketentuan PP, KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat.

Pengembangan KEK Aero Technic Batam merupakan Proyek Lapangan Coklat, berbeda dengan KEK lain yang berada di luar KPBPB Batam yang merupakan Proyek Lapangan Hijau. Disebut Brown Field Project karena sebelum ditetapkan sebagai KEK, kawasan tersebut telah dibangun berbagai fasilitas, antara lain untuk area perawatan hanggar, pengecatan hanggar, pembersihan hanggar, apron, taxiway, dll untuk tahap 1 dan 2 seluas 6 hektar. “Ke depan, setelah menjadi KEK, akan dikembangkan beberapa hanggar perawatan baru, bengkel komponen, dan bengkel alat & perlengkapan,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Ketua DPRD Batam Airlangga Hartarto berharap KEK Aeroteknik Batam dan KEK NDP dapat menjadi etalase utama perekonomian Indonesia. Keberadaan kawasan ini juga diharapkan mampu menjadikan Indonesia setara dengan negara maju yang modern dan sejahtera, serta mampu segera mewujudkan komitmen pembangunan daerah dan mendatangkan investasi dari para pelaku usaha sesuai dengan target yang telah ditetapkan lebih cepat lagi.

Ia juga berharap investasi yang dihadirkan merupakan investasi yang dapat memberikan kontribusi optimal bagi perkembangan industri dirgantara nasional, serta meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.

KEK BAT perlu segera memperluas pasar, tidak hanya untuk pasar maskapai Lion Group, tetapi untuk menarik pasar maskapai nasional dan internasional lainnya dan menjadi sukses dan sukses serta menjadi kisah sukses pengembangan KEK berbasis MRO di Indonesia. ,” dia berkata.

Sedangkan KEK Nongsa seluas 166,45 ha, memiliki target investasi Rp 16 triliun dan penciptaan lapangan kerja sebanyak 16.500 tenaga kerja. KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan IT-digital dan berbasis pariwisata.

Seperti KEK BAT, pengembangan KEK Nongsa atau Nongsa Digital Park (NDP) juga merupakan Proyek Lapangan Coklat, berbeda dengan KEK lain yang berada di luar KPBPB Batam yang merupakan Proyek Lapangan Hijau. Disebut Brown Field Project karena sebelum ditetapkan sebagai KEK, telah dibangun berbagai akomodasi dan atraksi wisata bertaraf internasional, serta infrastruktur pendukung, seperti Turi Beach Resort, Nongsa Point Marina, Terminal Nongsa Bahari, Desa Nongsa, dan Infinite Framerwork Studio.

“Fasilitas investasi untuk eks KEK KPBPB seperti KEK Nongsa berbeda dengan fasilitas investasi di KEK lain di luar KPBPB Batam. Fasilitas KEK di sini kami sebut sebagai fasilitas FTZ plus karena tidak serta merta kehilangan fasilitas FTZ,” ujarnya.

Ia berharap investasi yang dihadirkan merupakan investasi yang dapat berkontribusi secara optimal bagi perkembangan digital-IT dan pariwisata di Indonesia. “Diharapkan juga pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional dapat sukses dan sukses serta menjadi success story bagi perkembangan KEK Digital di Indonesia,” ujar Airlangga Hartarto.

Serah terima kedua PP KEK tersebut dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita; Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; Walikota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi; jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian/LPNK lainnya; Jajaran Pimpinan BP Batam;
Pimpinan Lion Group yang diwakili oleh Edward Sirait, Direktur Utama PT Batam Teknik, serta jajaran Lion Group dan PT. Batam Teknik; Komisaris Utama PT Taman Resort Internet (Nongsa Digital Park), Kris Wiluan beserta jajarannya, serta para pelaku usaha di KEK Nongsa. cm

(atk)

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button