Ekonomi

Kementerian Pertanian memastikan harga cabai segera turun

Jakarta (Radar Ciangsana) – Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memastikan harga cabai dalam waktu dekat akan turun, dengan melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen dan konsumen.

“Secara nasional ketersediaan pangan kita aman. Bahkan pemerintah sudah melakukan perhitungan hingga Mei atau setelah Lebaran. Tentu kewajiban kita adalah menjaga harga di tingkat produsen dan konsumen. Kedua hal itu yang kita jaga bersama jajaran Kementerian. Perdagangan, “kata Agung dalam keterangannya. diterima di Jakarta, Kamis.

Perhitungan yang dimaksud adalah melakukan intervensi pemerintah ketika kondisi harga mulai tidak stabil. Salah satunya dengan memobilisasi stok pangan dari sentra produksi ke pasar.

Begitu juga dengan komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami turun tangan agar masyarakat bisa membelinya dengan harga murah. Dan kami yakin dalam waktu dekat harga cabai akan turun, ”ujarnya.

Baca juga: BPS: Cabai dan bawang merah memicu inflasi pada Maret 2021

Selain itu, pemerintah rutin memantau situasi dan pergerakan harga di lapangan yang dilakukan setiap dua minggu sekali. Hasil pemantauan ini kemudian dicocokkan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS).

Oleh karena itu segala macam upaya kita lakukan. Kita akan terus mengadakan pertemuan rutin dan intervensi antar instansi pemerintah, agar kenaikannya tidak lebih dari 10 persen, ”ujarnya.

Pengamat pangan IPB dan Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Pertanian Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santoso mengatakan dalam waktu dekat harga komoditas cabai di pasaran akan berangsur turun.

Menurut Dwi, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrem seperti curah hujan yang tinggi. Siklus ini bahkan sudah diamati sejak tujuh tahun terakhir, di mana setiap bulan puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang merah, dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

“Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Ramadhan atau Idul Fitri. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Dan jika kita perhatikan sekarang sepertinya sudah mulai normal kembali,” ujarnya.

Baca juga: Kementerian Pertanian menjual cabai rawit mulai dari Rp 32 ribu per kg di Jakarta

Reporter: Aditya Ramadhan
Editor: Adi Lazuardi
REPOST Radar Ciangsana 2021

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button