Info Aktual

KPK Kembali Periksa Istri Edhy Prabowo dalam Kasus Suap Benur | Radar Ciangsana

KPK Kembali Periksa Istri Edhy Prabowo dalam Kasus Suap Benur

JAKARTA-RADAR BOGOR, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan Iis Rosita Dewi, istri mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Jumat (5/3). Iis saat ini menjadi anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo),” kata juru bicara KPK Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Jumat (5/3).

Belum diketahui materi penyidikan yang akan dipelajari tim penyidik ​​KPK dengan Iis. Namun pada Selasa (22/12), Iis diperiksa terkait pembelian sejumlah barang mewah yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/11). Iis juga dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan mulai 4 Desember 2020.

Dalam perjalanan ke Amerika Serikat, Edhy Prabowo diduga menghabiskan barang-barang mewah bersama istrinya, Iis Rosita Dewi. KPK menduga sekitar Rp. 750 juta dihabiskan untuk barang mewah oleh Edhy Prabowo dan istrinya selama perjalanan mereka ke Honolulu, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020.

Sejumlah barang mewah yang dibeli antara lain jam tangan Rolex, tas bagasi Tumi, Louis Vuitton, jam tangan Jacob n Co, dan Tas Bagasi LV. Bahkan, KPK baru-baru ini menduga Iis juga menerima suap untuk ekspor benur. KPK menjajaki hal itu setelah memeriksa Alayk Mubarrok yang merupakan pakar dari Iis. Diketahui, Iis merupakan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Mereka termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo; dua staf Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Pribadi Misanta (APM); Manajemen PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD); Staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF) dan pihak swasta, Amiril Mukminin. Selain diduga sebagai pemberi, KPK menetapkan Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito (SJT) sebagai tersangka.

KPK menduga Edhy Prabowo menerima suap senilai total Rp 10,2 miliar dan USD 100.000 dari Suharjito. Suap itu diberikan agar Edhy selaku Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk mendapat izin sebagai eksportir lobster atau benur.

Keenam tersangka penerima suap tersebut diduga melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1). 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi suap diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

bozzfood makanan beku

Editor: Rany P Sinaga
Sumber: Jawapos

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button