Kilas Info Daerah

Kuliah Sayang Ditengah Kondisi Ekonomi Saat Ini


Media Digital Bogor

Pendidikan merupakan salah satu aset awal yang menjadikan seseorang mampu membawa kesuksesan bagi dirinya sendiri. Pendidikan juga menjadi kita sebagai sumber daya manusia (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas dan mampu bersaing. Perguruan tinggi di universitas kami adalah Mahasiswa. Mahasiswa adalah calon mahasiswa sarjana yang dididik untuk menjadi calon intelektual.

Mahasiswa selalu menghabiskan waktu belajar di universitas untuk mendapatkan pelajaran baru dari dosen yang mengajar dan mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti organisasi yang ada. Guru di tingkat universitas disebut Dosen. Namun kondisi yang dirasakan saat ini jelas berbeda dengan kondisi sebelumnya. Covid-19 (Virus Corona Dsease) menyerang negara Indonesia pada awal tahun 2020. Kondisinya masih terlihat seperti biasa, masih banyak orang yang berkumpul dan bertemu. Pasca meningkatnya jumlah penderita Covid-19, barulah pemerintah menerapkan Social Distancing. Social Distancing atau batasan sosial untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Setelah itu ada perintah yang turun untuk melakukan pendidikan online atau biasa disebut sistem online. Sebagai mahasiswa tentunya kita sepakat dengan apa yang telah dan harus dilakukan oleh pemerintah. dan semua Universitas menyelenggarakan perkuliahan dengan sistem online. Jadi cara belajar siswa dengan sistem online adalah dengan menggunakan fasilitas teknologi yang tersedia di rumah dan sering digunakan misalnya handphone, laptop, atau komputer.

Sistem online artinya belajar dari rumah dengan fasilitas teknologi yang ada dan dosen akan mengajar tatap muka dari jauh. Aplikasi yang biasa digunakan oleh mahasiswa dan dosen seperti Zoom, Google Meet, Webex Meet. Jadi tidak bertemu langsung tapi dengan jarak yang jauh agar perkuliahan bisa berjalan dengan lancar dan mahasiswa bisa terus menambah ilmunya.

Namun seiring berjalannya waktu perekonomian di Indonesia menjadi tidak stabil. Kondisi perekonomian di Indonesia sangat menurun sehingga banyak pegawai yang di-PHK akibat kondisi yang saat ini tidak memungkinkan untuk bertemu banyak orang.

Bisa jadi banyak mahasiswa yang orangtuanya tidak bekerja akibat di-PHK karena memang kondisi perekonomian saat ini menyebabkan banyak perusahaan berhenti dan macet. Kondisi ekonomi yang saat ini masih terpuruk ternyata sedikit menghambat mahasiswa. Sebab, setiap perkuliahan dilakukan secara online dan memakan banyak kuota atau paket data. Mereka bisa menghabiskan sekitar 70.000 rupiah seminggu karena aplikasi online yang memakan banyak kuota atau paket data. Banyak siswa mengeluh bahwa kursus online seperti ini menghabiskan banyak paket data dan banyak uang untuk dibelanjakan. Dan mungkin beberapa dari mereka memiliki orang tua yang dipulangkan karena Covid-19. Namun, mereka tetap berusaha agar bisa terus mengikuti perkuliahan dengan lancar.

Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan kuota belajar 50GB, siswa sangat terbantu dengan kuota belajar gratis. Namun masih banyak mahasiswa lain yang tidak mendapatkan kuota gratis dan selalu membeli paket data agar perkuliahan bisa terlaksana. Dan banyak dari mereka terkadang mengalami sinyal kesulitan. Sinyal juga menjadi faktor bagi mahasiswa yang sedang belajar online, terkadang penjelasan dosen bisa terputus. Perkuliahan online seperti ini juga dinilai kurang efektif karena banyak mahasiswa yang terkadang kurang paham dengan apa yang dijelaskan oleh dosen. Namun dalam kondisi seperti ini kita harus bisa menerima paksaan untuk memutus rantai Covid-19 dan mulai hidup normal seperti biasa.

Penulis: Nama: NAZA NUR ZALIKA
Kampus: UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TANAMANSISWA
Jurusan Manajemen


Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button