Kilas Info Daerah

LPS: Tabungan Di Atas Rp 5 Miliar Tumbuh 13,2 Persen

LPS menurunkan bunga pinjaman bank umum dan BPR menjadi 4,25 persen.

RADARCIANGSANA.COM, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tercatat tabungan masyarakat di bank dengan nilai nominal lebih dari Rp. 5 miliar tumbuh 13,2 persen menjadi Rp. 3,283 triliun pada Februari 2021. Sementara itu, jumlahnya tabungan publik di bawah Rp 100 juta, meningkat 5,9 persen menjadi Rp 907 triliun.

Ketua Dewan Komisaris LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan cakupan keseluruhan asuransi simpanan Saat ini terdapat 99,92 persen dari total akun yang mencapai 355 juta. Tabungan masyarakat dengan nilai nominal Rp. 2 miliar adalah 35,1 kali produk domestik bruto (PDB) per kapita nasional 2020.

“Rasio ini jauh di atas rata-rata negara berpenghasilan menengah ke atas yang mencapai 6,25 kali PDB per kapita,” ujarnya berdasarkan data KSSK seperti dikutip, Selasa (4/5).

Total simpanan masyarakat di bank per Februari 2021 mencapai Rp6.726 triliun. Deposito tersebut tersebar di 107 bank umum, terdiri dari 95 bank umum dan 12 bank umum syariah.

Purbaya menjelaskan, suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen. Kemudian, suku bunga simpanan valas di bank umum juga turun 25 bps menjadi 0,75 persen.

“Mengikuti tren penurunan suku bunga, LPS memutuskan untuk menurunkan suku bunga penjaminan BPR sebesar 25 bps, dan valuta asing 25 bps pada Februari 2021,” ujarnya.

Menurut dia, penurunan bunga penjaminan simpanan di bank dilakukan guna menjaga kepercayaan nasabah. Selain itu, beban perbankan juga akan berkurang jika bunga penjaminan simpanan masyarakat diturunkan.

“Sehingga bunga kredit akan turun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Purbaya berharap penurunan suku bunga penjaminan oleh LPS dapat mendorong kredit tumbuh lebih tinggi tahun ini. Hal tersebut mempertimbangkan tren penurunan suku bunga pasar simpanan dan perlunya menjaga sinergi kebijakan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi.

LPS memutuskan untuk menurunkan suku bunga penjaminan simpanan rupiah bank umum sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen dan suku bunga simpanan valuta asing di bank umum sebesar 25 bps pada Februari 2021 menjadi 0,75 persen. Sedangkan suku bunga penjaminan simpanan rupiah pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) turun 25 bps menjadi 6,75 persen.

“Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap sistem perbankan dan sekaligus mendorong penurunan biaya dana perbankan sehingga suku bunga kredit turun untuk mendorong pertumbuhan kredit,” ujarnya.

LPS juga telah melonggarkan pengenaan denda keterlambatan pembayaran premi oleh bank peserta penjaminan guna memberikan tambahan ruang likuiditas bagi bank. Selain itu, LPS juga melonggarkan penyampaian laporan berkala bank untuk mengurangi beban laporan bank dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi penyampaian laporan data single customer view.

Purbaya juga menegaskan, LPS berkomitmen untuk menjaga dana nasabah di perbankan. Hal ini terlihat dari cakupan penjaminan LPS yang hingga Maret 2021 mencapai 99,92 persen dari total rekening atau setara dengan 355.003.593 rekening.

“Besaran simpanan yang dijamin LPS sebesar Rp 2 miliar per nasabah per bank saat ini setara dengan 35,1 kali PDB per kapita nasional pada tahun 2020. Rasio ini jauh di atas rata-rata negara berpenghasilan menengah ke atas yang mencapai 6,25 kali PDB. . per kapita, “katanya.

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button