Kilas Info Daerah

Luhut: Bencana alam berpotensi menurunkan PDB sebesar 0,10 persen

Luhut meminta daerah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

RADARCIANGSANA.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan persentase potensi kerugian Produk Domestik Bruto (PDB) akibat dampak bencana adalah 0,10 persen pada tahun 2024. Perhitungan ini merupakan indikator peningkatan ketahanan bencana dan iklim sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020- 2024.

Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut pun meminta daerah terus meningkatkan kesadaran akan potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami yang tidak dapat diprediksi. “Saya minta kepada gubernur, bupati, walikota dan semuanya, mohon diperhatikan ini, target yang sudah disusun. Ini penting,” kata Menko Luhut pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 di Jakarta, Kamis (4/3).

Selain potensi kerugian PDB, Perpres 18/2019 juga menargetkan kecepatan penyampaian informasi peringatan dini bencana kepada masyarakat dari 5 menit (tahun 2019) menjadi 3 menit (2024). Dengan target tersebut Menko Luhut pun meminta daerah untuk bersiap menghadapi potensi bencana di wilayahnya masing-masing.

“Mungkin di masing-masing daerah perlu dilakukan gladi bersih secara terpisah agar semua orang tahu apa yang harus dilakukan ketika apa yang terjadi. Keindahannya mungkin setiap tahun,” kata Menko Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut mengingatkan agar pemerintah daerah tidak meremehkan bencana dan kesadaran iklim. Ia juga mengatakan, pembangunan infrastruktur akan sia-sia jika tidak ada persiapan dan kesadaran akan potensi bencana.

“Jangan, saya katakan sekali lagi, jangan anggap enteng. Jangan berpikir untuk membangun jalan tol, yang penting hanya Sovereign Wealth Fund (SWF) saja. Tidak apa-apa. Bayangkan jika ada megathrust di kita tempatkan berturut-turut. orang-orang yang terkejut mundur (mundur), “kata Menteri Koordinator Luhut.

Luhut juga mengingatkan pentingnya bekerja secara terintegrasi dengan pemangku kepentingan lainnya. “Saya mohon jangan tinggalkan kata terpadu ini. Kita harus menyelesaikan semua masalah ini secara holistik,” katanya.

sumber: Antara

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button