Info Aktual

Mabes Polri dan Gubernur Sumut Klaim Tak Beri Izin Luar Biasa Partai Demokrat | Radar Ciangsana


RICUH: Massa Partai Demokrat yang pro dan kontra KLB terlibat bentrok di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3). (KHUSUS)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut mengaku sudah memerintahkan tim untuk mengunjungi lokasi KLB. Tujuannya untuk mengecek ada tidaknya izin KLB Partai Demokrat di lokasi itu. Apalagi saat ini masih menjadi pandemi Covid-19. Dilarang bagi siapa pun untuk berkumpul di lokasi tempat cluster baru dapat dibuat.

“Nanti saya cek ke satgas. Kalau satgas bilang tidak ada (izin), akan kita usir. Wartawan bilang, hei, tidak ada kegiatan yang tidak sah di sini,” ujarnya menjawab wartawan di Medan, Jumat. (5/3).

Edy mengatakan, dengan atau tanpa perintahnya, Satgas Covid-19 Sumut terpaksa turun ke lokasi. Pasalnya, memutus rantai Covid-19 di Sumatera Utara menjadi tugas satgas. “Harus otomatis (satgas). Begitu dengar ya datang. Satgas yang bertugas. Wartawan juga perlu datang ke sana siapkan mobil,” ucapnya.

universitas-bangsa-bangsa

Edy menegaskan, sikap tegas ini bukan berarti mendukung salah satu kubu, melainkan hanya menjalankan aturan agar pandemi Covid-19 di Sumut bisa diatasi. “Saya bukan provokator,” katanya.

Dari Jakarta, Mabes Polri menegaskan belum pernah mengeluarkan izin keramaian untuk pelaksanaan KLB. “Acara tidak dikeluarkan izinnya,” kata Kapolri Irjen Pol Argo Yuwono kemarin. Namun, Argo belum bisa memastikan kemungkinan membubarkan acara yang berpotensi membuat keramaian itu.

Argo menjelaskan, untuk protokol kesehatan, koordinasi dilakukan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. “Kami berusaha mencegah konflik dan memastikan tidak ada pelanggaran hukum,” katanya.

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button