Kilas Info Nasional

Musim kemarau tahun 2021 diprediksi normal, produksi sawit bisa mencapai 55,69 juta ton

Memuat …

JAKARTA – Musim kemarau tahun 2021 diperkirakan tidak berdampak pada produksi kelapa sawit. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi produksi minyak kelapa sawit minyak sawit mentah (CPO) mencapai 48,40 juta ton dan minyak inti sawit mentah (CPKO) 7,29 juta ton. Sehingga total produksi diperkirakan mencapai 55,69 juta ton pada tahun 2021.

Kepala Bidang Penelitian dan Peningkatan Produktivitas Gapki Hasril Hasan Siregar mengatakan, musim kemarau diperkirakan tertunda hingga Mei-Juni dan puncaknya pada Agustus dan berpotensi lebih pendek.

Baca juga: Super Air Jet Airlines: Pemain Baru dengan Pesawat Lama?

Sesuai dengan kondisi iklim tahun 2019 dimana terjadi kekeringan atau El Nino lemah, 2020 tanpa kekeringan, dan 2021 berpotensi tanpa kekeringan dan mengingat umur tanaman maka akan terjadi peningkatan produk kelapa sawit hingga 55,69 juta. ton pada 2021, “ujarnya dalam webinar Chat with Gapki, Selasa (4/5/2021).

Ia mengatakan, meski musim kemarau pada 2021 diprediksi tidak akan ekstrim dengan curah hujan normal-di atas normal, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tetap diperlukan dengan mengedepankan upaya persiapan dan pencegahan. Kebakaran hutan dan lahan berdampak merugikan bagi tanaman kelapa sawit.

“Kebakaran terhadap tanaman sawit akan berdampak pada kerugian investasi karena tanaman akan mandek selama 1-3 tahun hingga mati jika titik tumbuhnya dibakar,” jelasnya.

Baca juga: KPK Cari 3 Rumah Pribadi Azis Syamsuddin di Jakarta

Ketua Gapki Joko Supriyono mengatakan pelaku usaha di sektor perkebunan harus mampu memitigasi prediksi iklim yang akan mempengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit.

“Kita perlu mencari tahu bagaimana mengelola, mengadaptasi, dan memitigasi risiko seperti kebakaran hutan dan lahan. Ini sangat penting,” ujarnya.

(uka)

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button