Kilas Info Daerah

Organisasi Mahasiswa dan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Lebak Tersangka Rayuan Antara Legislatif dan Eksekutif

LEBAK, Radarciangsana.com – Organisasi Mahasiswa dan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Lebak mencurigai adanya godaan antara Legislatif dan Eksekutif, dalam perumusan hingga pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang saat ini menjadi agenda ujian publik. Senin (24/5/2021).

Ahmad Jayani selaku Koordinator Lapangan menyampaikan bahwa tidak boleh ada kepentingan oligarki berinvestasi di Kabupaten Lebak, yang membuat kita semua dalam dilema karena perda No.2 tahun 2014-2034 harus diubah lagi pada tahun 2021 dengan draf yang sangat tebal. dan hanya dibahas selama dua hari oleh Lima Belas (15) anggota Pansus (Pansus).

“Adakah kajian mendasar dalam penetapan RTRW kali ini? Atau paling tidak melibatkan oknum siapa saja? Dengan adanya perda itu menjadi produk hukum di tingkat daerah yang mengikat dan berlaku bagi siapa saja, kesetaraan hukum, bukan. untuk kepentingan oligarki melalui penyisipan pasal-pasal yang kita anggap bermasalah, ”ujarnya.

Organisasi Mahasiswa dan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Lebak curiga ada godaan antara Legislatif dan Eksekutif.
Organisasi Mahasiswa dan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Lebak curiga ada godaan antara Legislatif dan Eksekutif.

Ahmad Jayani menambahkan, dalam pasal 40 yang menjelaskan tentang Peternakan, total luas di 8 Kecamatan dalam rancangan Perda RTRW Nomor 2 Tahun 2014, dalam Raperda yang baru saja dibahas oleh seluruh anggota Pansus DPRD Lebak telah berubah menjadi 25. Distrik.

“Ada apa? Lebak ingin dikelilingi investasi ternak ayam? Ataukah para eksekutif berusaha menutupi kesalahan lama terkait pengembangan peternakan ayam di beberapa Kabupaten Lebak, tapi RTRW bukan sebutan itu,” ujarnya. ditambahkan.

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button