Paus Fransiskus Berangkat ke Kazakhstan, Hadiri Kongres Para Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional

Paus Fransiskus berangkat Selasa ke Kazakhstan untuk menghadiri Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional ke-7 di Nur-Sultan.

Perang Rusia di Ukraina dan ketegangan hubungan Takhta Suci dengan China berada di latar belakang kunjungan Paus Fransiskus ke negara bekas Soviet itu, di mana ia melayani komunitas kecil Katolik di sana dan berpartisipasi dalam konferensi antaragama yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan dialog.

Dalam tiga hari ke Kazakhstan, Paus Fransiskus akan melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu dengan Presiden Kassym-Jomart Tokayev.

Pada hari Rabu dan Kamis, ia berpartisipasi dalam pertemuan lintas agama dengan lebih dari 100 delegasi Muslim, Kristen, Yahudi, Buddha, Shinto dan berbagai kelompok agama lainnya dari 50 negara.

Paus Fransiskus usai bertemu dengan Sidang Umum Konfederasi Umum Industri Italia (Confindustria) di Vatikan, 12 September 2022. (REUTERS/Yara Nardi)

Paus seharusnya bertemu dengan pemimpin Gereja Ortodoks Rusia di sela-sela konferensi. Namun Patriark Kirill, yang mendukung perang di Ukraina, bulan lalu membatalkan kunjungannya.

Paus Fransiskus akan berada di ibu kota Kazakh bersamaan dengan Presiden China Xi Jinping, yang melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sejak pecahnya pandemi virus corona.

Tetapi Vatikan mengatakan tidak ada rencana bagi Paus Fransiskus untuk bertemu dengan Xi, yang tidak menghadiri Kongres.

Takhta Suci dan Beijing tidak memiliki hubungan diplomatik selama lebih dari setengah abad. Kedua belah pihak sedang menyelesaikan pembaruan perjanjian kontroversial tentang pencalonan uskup Katolik di Cina. [uh/ab]

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button