Kilas Info Global

PBB Indonesia: Jurnalisme etis berkontribusi pada SDGs

Ini juga menjadi hari bagi para pelaku media untuk merefleksikan isu-isu terkait kebebasan pers dan etika profesi

Jakarta (RADAR CIANGSANA) – Ketua Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Valerie Julliand, mengatakan jurnalisme etis memiliki peran penting dan berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei.

“Jurnalisme etis berperan penting dalam memberikan informasi yang andal, dapat diverifikasi, dan penting, serta berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” kata Julliand dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Senin.

Ditegaskannya, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan hanya sebagai hari untuk diperingati, melainkan sebagai pengingat mengenai informasi yang merupakan barang publik (barang publik), di mana tanpa demokrasi informasi tidak akan ada.

Baca juga: Akademisi: Kebebasan pers merupakan indikator kedewasaan berdemokrasi
Baca juga: AJI mengatakan kekerasan terhadap jurnalis meningkat menjadi 90 kasus

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah di semua negara perlu melindungi jurnalis dan kebebasan pers.

“(Hari Kebebasan Pers Sedunia) juga menjadi pengingat bahwa disinformasi dan ujaran kebencian menciptakan ketidakpercayaan dan kerugian, seperti yang kita saksikan selama krisis akibat pandemi COVID-19,” tambahnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia 2021, Perserikatan Bangsa-Bangsa Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak untuk memperbaharui dukungan kolektif untuk pers yang bebas, mandiri dan beretika di Indonesia.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia diakui oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada rekomendasi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada bulan Desember 1993. Menurut situs resmi UNESCO, sejak pengakuan ini, tanggal 3 Mei yang merupakan peringatan Deklarasi Windhoek telah diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia.

“Ini juga menjadi hari bagi para pelaku media untuk merefleksikan isu-isu terkait kebebasan pers dan etika profesi,” kata UNESCO.

Dikatakan, peringatan itu mengikuti kesempatan untuk merayakan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers, menilai keadaan kebebasan pers di seluruh dunia, membela media dari serangan terhadap kemerdekaan mereka, dan memberi penghormatan kepada jurnalis yang telah kehilangan nyawa saat bertugas.

Adapun untuk tahun 2021, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia mengusung tema ‘Informasi sebagai Kebaikan Publik’, yang menyerukan pentingnya menghormati informasi sebagai milik publik dan menggali apa yang dapat dilakukan dalam proses produksi, pendistribusian dan penerimaan konten untuk memperkuat jurnalisme dan memperdalam transparansi dan pemberdayaan tanpa meninggalkan siapapun.

Baca juga: UNESCO: Jurnalis wanita sering menghadapi berbagai serangan
Baca juga: Perlindungan jurnalis merupakan aspek penting dari kebebasan pers di seluruh dunia

Reporter: Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
REPOST BY RADAR CIANGSANA 2021

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button