Berita

Pemerintah Daerah Buka Kunjungan Dekat Massa di Pangandaran

Jakarta, Radar Ciangsana –

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pangandaran, Untung Saiful mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan terbuka tertutup bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pantai Pangandaran pada saat libur Lebaran untuk menghindari keramaian.

Hal tersebut ia sampaikan menanggapi video viral di media sosial yang memperlihatkan keramaian wisatawan di salah satu pantai di Pangandaran.

“Pemerintah daerah mengambil langkah buka tutup, kalau pantauan di lokasi berkurang maka buka. Kurang lebih 2-3 jam,” kata Untung kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (15/5).

Untung mengatakan, pihaknya membuka dan menutup di beberapa titik akses menuju Pantai Pangandaran, yakni dari Bundaran Emplak, Kecamatan Kalipucang dan Bundaran Krapyak, Bagolo.

Spot keramaian wisatawan di Pantai Pangandaran baru-baru ini terjadi sekitar pukul 10.00-12.00 WIB.

“Kami pantau pada pukul 13.00 WIB sudah meleset karena kita melakukan buka tutup lebih awal,” ujarnya.

Untung mengaku pihaknya sudah berusaha menguraikan wisatawan yang akan ke Pantai Pangandaran saat libur Lebaran.

Ia mencatat pengunjung Pantai Pangandaran sejak Jumat (14/5) kemarin berjumlah sekitar 3.000 wisatawan. Sedangkan data hingga Sabtu (15/5) hari ini tercatat sekitar 6.000 pengunjung.

“Sebenarnya tingkat kunjungannya masih kalah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Untung mengatakan pihaknya telah melakukan tes usap antigen virus corona pada wisatawan sebelum memasuki tempat wisata Pantai Pangandaran.

Ujicoba tersebut, kata dia, dilakukan terhadap seluruh kendaraan wisata, baik mobil pribadi maupun bus wisata yang berasal dari luar Pangandaran.

Jika ada wisatawan yang positif antigen, kata dia, akan diarahkan untuk memutar balik ke daerah asalnya agar bisa mengisolasi diri untuk menyembuhkan virus corona.

“Sudah dilakukan secara acak di pintu masuk. Setiap kendaraan roda empat, baik yang dari luar kawasan zona tidak aman, seperti Tasik, kami lakukan antigen cepat. Dilakukan Pemkab Pangandaran secara gratis,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Pelaksana Satgas Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengakui adanya video viral yang memperlihatkan keramaian wisatawan yang beredar di media sosial terjadi di Pantai Batu Karas Pangandaran belum lama ini.

Ia lantas mengingatkan Pemerintah Daerah dan Satgas Pangandaran untuk mencegah keramaian di tempat wisata pantai.

“Menurut informasi, pemkab / satgas sudah membuka dan menutup tempat wisata. Rencananya malam ini Pemprov / Satgas Pangandaran akan mengadakan rapat untuk membahas hal tersebut,” kata Daud.

Sebelumnya, sebuah video viral yang beredar di media sosial memperlihatkan keramaian wisatawan di pantai di Pangandaran saat libur Idul Fitri tahun ini.

Video tersebut menunjukkan bahwa protokol kesehatan untuk mencegah Covid, seperti menjaga jarak dan menutupi, tidak diterapkan. Bahkan, penonton sedang asyik bermain air di pinggir pantai.

(rzr / psp)

[Gambas:Video CNN]


Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button