Berita

Pengecualian Ditolak, Sidang Kasus Salah Transfer BCA Berlanjut

Surabaya, Radar Ciangsana –

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menolak keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh Ardi Pratama, seorang dealer mobil yang saat ini ditahan karena terjerat kasus dugaan kasus. salah transfer BCA Rp 51 juta.

Ketua Majelis Hakim Ni Made Purnami mengatakan, eksepsi penasehat hukum Ardi tidak memiliki dasar hukum dan tidak termasuk dalam materi yang dipertimbangkan.

“Menyatakan keberatan dari kuasa hukum terdakwa tidak diterima,” kata hakim yang membacakan putusan sela, di ruang sidang Chandra PN Surabaya, Kamis (4/3).

Hakim juga menilai dakwaan yang disiapkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) telah memenuhi persyaratan formal dan materiil.

JPU mendakwa terdakwa Ardi dengan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Panel menyimpulkan bahwa dakwaan telah memenuhi persyaratan formal dan material,” katanya.

Maka hakim memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melanjutkan penyidikan perkara tersebut ke tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan saksi.

“Jaksa akan terus mengusut kasus ini atas nama terdakwa Ardi,” ujarnya.

Sidang lanjutan rencananya akan digelar pada Senin (8/3) pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi yang akan diundang oleh penuntut umum.

Kasus ini bermula ketika seorang warga Surabaya, Ardi Pratama, menerima uang masuk sebesar Rp. 51 juta ke rekeningnya pada Maret 2020. Ia mengira uang itu adalah hasil komisinya sebagai broker.

10 hari kemudian, dua karyawan BCA mendatangi rumah Ardi. Mereka mengatakan bahwa Rp. Uang 51 juta salah ditransfer dan masuk ke rekening Ardi.

Sayangnya uang itu sudah habis dipakai oleh Ardi. Seorang pegawai BCA kemudian melaporkan Ardi pada Agustus 2020. Kemudian pada November 2020, Ardi resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas dakwaan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011.

(frd / arh)

[Gambas:Video CNN]


Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button