Kilas Info Daerah

Polres Metro Jakarta Pusat Berhasil Mengamankan Mafia Tanah

JAKARTA, Radarciangsana.com – Kepolisian Metro Jakarta Pusat berhasil menggulung kembali mafia tanah yang melibatkan sejumlah preman yang kerap mengganggu masyarakat, khususnya di kawasan Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Hengki Haryadi mengatakan aksi premanisme tersebut kerap menimbulkan keresahan masyarakat, sehingga pihaknya harus bertindak cepat dan tegas untuk menghilangkan keresahan masyarakat “Takut Tindak Pidana”, sehingga penegakan hukum menyiratkan tugas preventif sehingga membentuk Efek Jera baik secara spesifik pelaku maupun pelaku kejahatan. masyarakat luas.

“Tekad kami adalah menciptakan rasa aman dan nyaman dalam masyarakat tanpa preman,” kata Kompol Hengki Haryadi.

Polres Metro Jakarta Pusat Berhasil Mengamankan Mafia Tanah
Polres Metro Jakarta Pusat Berhasil Mengamankan Mafia Tanah

Namun aksi premanisme di lapangan tidak hanya akan dihentikan oleh pelaksana tetapi juga para aktor yang menjadi pemicu dan pendukung dana tersebut.

Diketahui, anggota Polres Metro Jakarta Pusat telah menangkap sejumlah preman termasuk penyokong dana penguasaan sebidang tanah yang terletak di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 50, Desa Bungur, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kami menangkap pengacara dan delapan preman dalam kasus dugaan paksaan disertai dengan kekerasan dan ancaman, atau tindakan preman.

Baca juga: Polda Aceh dan Tim Gabungan Lainnya Ungkap Kasus 50 Kg Sabu dan 194 Kg Ganja

Kasus ini bermula ketika seseorang masih dikejar-kejar – dalang dan mengaku memiliki tanah di lokasi tersebut

Kemudian, pelaku memberikan surat kuasa kepada pengacaranya berinisial AD untuk menguasai atau menduduki tanah tersebut

kemudian tentara mengumpulkan sekitar 20 preman bayaran. Kemudian mereka mendatangi lokasi dan mengintimidasi, memaksa warga untuk menandatangani dokumen kosong, dan langsung memagari lokasi.

Baca juga: Komisariat Korp PMII Putri (Kopri) STKIP Setia Budhi Minta Pemkab Lebak Normalisasi Pembelajaran Sekolah

Selain itu, preman juga menutup akses jalan menggunakan besi bergelombang sehingga masyarakat merasa terintimidasi dan tidak nyaman. Kemudian, aksi tersebut dilaporkan ke polisi.

Polres Metro Jakarta Pusat kemudian mengambil tindakan dan berhasil mengamankan delapan preman berinisial HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, dan LR yang diduga menguasai lahan. Serta AD yang merupakan pengacara yang tidak bermoral.

Setelah pengembangan, tersangka yang diamankan kemudian adalah MY, D dan E.

Baca juga: Pemkot Bekasi Informasikan Pendaftaran Program BPUM 2021

Modus memaksa warga untuk menandatangani surat kosong, mengintimidasi warga untuk memagari lahan di lokasi dan menutup akses jalan warga dengan memasang papan atau spanduk, para pelaku ini juga memaksa menghentikan pekerja yang bekerja di lokasi.

Peran ketiga tersangka yang berhasil diamankan adalah sebagai berikut, MY Selaku pengelola IKKI memberikan kuasa kepada ADS terkait penyelesaian masalah pertanahan yang berhasil ditangkap pada tanggal 22 Maret 2021 bersama dengan 8 orang lainnya yang memberikan nomor. dari preman di tanah yang menjadi bagian dari sengketa, sementara E mendanai semua operasi, dari menempatkan preman hingga memasang pagar seng di lahan sengketa yang memblokir akses jalan utama warga.

Setelah itu tersangka mendatangi penghuni untuk memaksa / mengintimidasi korban dan penghuni kamar lainnya untuk menandatangani surat pengosongan kamar di tanah tersebut, namun korban dan istrinya menolak dan tersangka menuduh korban sebagai provokator. Selanjutnya tersangka berteriak dan membuat keributan di TKP dan tidak mau keluar dari TKP

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelakunya dikenakan pasal 335 KUHP. (HMS)

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button