Ekonomi

PUPR akan menguji transaksi tol nirsentuh pada kuartal kedua atau ketiga tahun 2021

Tahun ini konstruksi, pemasangan sensor dan gantry akan dimulai, sehingga diharapkan teknologi MLFF pada kuartal kedua atau kuartal ketiga tahun ini bisa mulai diujicobakan pada 50 persen dari seluruh gerbang tol di Indonesia.

Jakarta (Radar Ciangsana) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol akan mulai menguji sistem transaksi tol nirsentuh, baik Single Lane Free Flow (SLFF) maupun Multi Lane Free Flow (MLFF) pada detik-detik terakhir. atau kuartal ketiga tahun ini. .

“Tahun ini akan mulai pembangunan, pemasangan sensor dan gantry Sehingga diharapkan teknologi MLFF pada kuartal kedua atau kuartal ketiga tahun ini bisa mulai diujicobakan ke 50 persen dari seluruh gerbang tol di Indonesia, ”ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. Danang Parikesit di Depok, Jawa Barat, Jumat.

Menurut Danang, saat ini Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol Non Tunai Berbasis MLFF sedang mempersiapkan sistemnya.

“Tahun ini fokus kami terkait MLFF untuk pembangunannya dan juga membuat perjanjian komersial dengan badan usaha jalan tol (BUJT) karena badan usaha lain akan membiayai sistem MLFF, sehingga tidak ada biaya tambahan kepada masyarakat,” ujarnya. .

Baca juga: PUPR: Akreditasi asosiasi menentukan kelayakan jasa konstruksi

BPJT juga akan menyelesaikan pengaturan bisnis antara Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol Non Tunai Berbasis MLFF dan BUJT.

Terkait jalan tol yang akan dilaksanakan MLFF secara bertahap, Danang mengatakan akan terus dievaluasi. Kemungkinan besar di daerah perkotaan, seperti di Jabodetabek dan Surabaya.

“Kita terus evaluasi mana yang paling siap, karena di kota-kota besar banyak penetrasi ponsel pintar dan sinyal internet bagus dan terjaga. Mungkin kita akan memulainya di kota-kota besar,” kata Kepala BPJT.

Baca juga: Menteri PUPR menargetkan tol Cinere-Jagorawi Seksi 3 rampung tahun depan

Dengan menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), untuk implementasi tahap pertama, teknologi MLFF akan diimplementasikan di 40 ruas jalan tol di Indonesia yang tersebar di pulau Jawa dan Bali pada tahun 2022.

Jika implementasi MLFF ini akan sepenuhnya dilaksanakan, maka pengguna jalan tol perlu mengunduh aplikasi sistem transaksi tol nirsentuh di ponselnya masing-masing.

Mengenai masa transisi penerapan Transaksi Tol Non Sentuh di Jalan Tol dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum dilaksanakan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat 4 Peraturan Menteri Umum. Pekerjaan dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Transaksi Tol Non Tunai di Jalan Tol.

“Ya, kira-kira begitu,” kata Kepala BPJT Danang Parikesit.

Mengenai masa transisi sebagaimana dimaksud dalam Permen PUPR Nomor 18 Tahun 2020 (4), Transaksi Tol Non Tunai dilakukan dengan Transaksi Tol Non Tunai berbasis teknologi kartu uang elektronik dan / atau Transaksi Tol Non Tunai tanpa sentuhan. . Perpres tersebut juga menyatakan bahwa Pelaksanaan Transaksi Tol Non Tunai di Jalan Tol dilaksanakan secara bertahap, dan pelaksanaan secara bertahap pelaksanaan Transaksi Tol Non Tunai di Jalan Tol sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh Menteri atas usul Kepala. dari BPJT.

Adapun 40 ruas tol yang akan dimohonkan Transaksi Tol Non Tunai menurut data BPJT Kementerian PUPR adalah sebagai berikut:

1 Tangerang – Merak

2 Jakarta – Tangerang

3 Prof. Dr. Ir. Sedyatmo

4 JORR W1 (Kebon Jeruk – Penjaringan)

5 JORR W2 Utara (Kebon Jeruk – Ulujami)

6 Pondok Aren – Jembatan Bintaro – Ulujami

7 Pondok Aren – Serpong

8 JORR Non S (W2S-E1-E2-E3)

9 JORR S (Pd. Pinang-Ulujami)

10 Akses (Access to) Tanjung Priok

11 Cawang – Tj. Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga / Pluit

12 Cawang – Tomang – Pluit

13 Ciawi – Sukabumi

14 Depok – Antasari

15 Bekasi – Cawang – Kampung Melayu

16 Cinere – Jagorawi (SS Cimanggis – SS Raya Bogor)

17 Bogor Ring Road

18 Jakarta – Bogor – Ciawi

19 Jakarta – Cikampek

20 Cikampek – Purwakarta – Padalarang

21 Padalarang – Cileunyi

22 Soreang – Pasir Koja

23 Cikampek – Palimanan

24 Palimanan – Plumbon – Kanci

25 Kanci – Pejagan

26 Pejagan – Pemalang

27 Pemalang – Batang

28 Semarang – Batang

29 Semarang Seksi A, B, C

30 Semarang – Solo Seksi I, II, III

31 Solo – Ngawi

32 Ngawi – Kertosono

33 Kertosono – Mojokerto

34 Surabaya – Mojokerto

35 Surabaya – Gempol

36 Intersection Waru – Bandara Juanda (Bandara)

37 Surabaya – Gresik

38 Gempol – Pasuruan

39 Gempol – Pandaan

40 Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa

Reporter: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
REPOST Radar Ciangsana 2021

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button