Kroscek Fakta

[SALAH] “Dexamethasone ternyata obatnya Covid”

Dexamethasone BUKAN obat COVID-19. Meskipun berguna untuk jangka pendek pada pasien COVID-19 yang parah dan diintubasi, bisa sangat berbahaya selama masa pemulihan karena selain virus bertahan tubuh juga akan dicegah untuk menghasilkan antibodi pelindung. TIDAK mencegah maupun membunuh virus Corona, berfungsi untuk meredakan reaksi radang akibat infeksi virus Corona.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Menyesatkan.

======

SUMBER

(1) “IG : Nicho Silalahi. YT : Migran TV” (twitter.com/Nicho_Silalahi), https://archive.md/b65Yz (arsip cadangan).

(2) Pesan berantai WhatsApp.

======

NARASI

(1) “Wah panas dingin ini pemain Vaksin, mana udah borong pula Ratusan juta vaksin baik dari China maupun tempat lain, ternyata obatnya Covid murah.Bang @nazaqistsha dan @KPK_RI untuk periksa Erik Thohir selaku @KemenBUMN dan Importir vaksin. Karena diduga kuat ada korupsi. RT Keras”.


(2) “DEXAMETHASONE,,( salah satu obat yg bisa jadi alternatif bagi pasien covid yg sdh parah ) hemat dan mudah didapat,,,”.

======

PENJELASAN

(1) First Draft News: “Konten yang Menyesatkan

Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.

* SUMBER mengedarkan Dexamethasone yang berfungsi meredakan reaksi radang akibat infeksi virus Corona sebagai “obat COVID-19” sehingga menyebabkan kesimpulan yang keliru.


(2) Referensi yang berkaitan,

* PubMed: “Oleh karena itu, deksametason mungkin berguna untuk jangka pendek pada pasien COVID-19 yang parah dan diintubasi, tetapi bisa sangat berbahaya selama pemulihan karena virus tidak hanya bertahan, tetapi tubuh juga akan dicegah untuk menghasilkan antibodi pelindung.”


(3) Beberapa artikel yang berkaitan,

* detikHealth: “Ditegaskan juga oleh dr Ari, obat ini tidak mencegah maupun membunuh virus Corona. Dalam riset yang belakangan banyak dibicarakan, obat ini berfungsi meredakan reaksi radang akibat infeksi virus Corona.”

* Alodokter: “Jadi, dexamethasone bukanlah obat untuk menyembuhkan COVID-19, melainkan untuk mencegah kerusakan paru pada pasien COVID-19 yang sudah mengalami sesak napas. Dari penelitian ini juga, dexamethasone tidak memberikan hasil apa pun pada penderita infeksi virus Corona dengan gejala yang ringan.”

* detikHealth: “”Pemakaian obat steroid untuk COVID-19 hanya dibolehkan dalam pengawasan ahli, para dokter, dan dilakukan di sarana yang memadai tentunya yang bisa menangani efek samping yang dapat terjadi,” pungkas dr Reisa”.

======

REFERENSI

(1) firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.” http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate), http://bit.ly/2rhTadC.

(2) nih.gov: “Dexamethasone untuk COVID-19? Tidak secepat itu” http://bit.ly/3iC5DT4 (Google Translate) / https://archive.md/1jbdw (arsip cadangan).

(3) detik.com: “Pesan Dokter Soal Dexamethasone, ‘Obat Dewa’ yang Sembuhkan Pasien Corona” https://bit.ly/3p7f1Aq / https://archive.md/5tPgi (arsip cadangan).

(4) alodokter.com: “Benarkah Dexamethasone Bisa Sembuhkan COVID-19?” http://bit.ly/366g8c4 / https://archive.md/XSs65 (arsip cadangan).

(5) detik.com: “dr Reisa Tegaskan Dexamethasone Hanya Diberikan pada Pasien Corona Kritis” http://bit.ly/3paolUk / https://archive.md/1269R (arsip cadangan).

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button