Kilas Info Nasional

Sasar Generasi Muda, TGB Luncurkan Buku Dakwah Nusantara

JAKARTA – Kiprah dakwah Ketua Organisasi Islam Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Doktor TGB Muhammad Zainul Majdi atau kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dibukukan.

Cucu Pendiri Nahdlatul Wathan Almaghfurlah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini meluncurkan Buku Dakwah Nusantara Tuan Guru Bajang-Islam Wasathiyah Vol 1 yang ditulis Febrian Putra di Ballroom Islamic Center, Kota Mataram, Sabtu (16/1/2021).

TGB mengatakan, banyak yang menafsirkan dakwahnya atas dasar berbagai kepentingan untuk memenuhi undangan dakwah. Ia ingin merajut silaturahim dengan ulama, tokoh-tokoh di Indonesia. Baca juga: Tokoh Nasional Ikut Ramaikan Kontestasi Pemilihan Ketua Ikatan Alumni ITB

“Nahdlatul Wathan menjadi mesin pergerakan umat yang tak bisa berdiri sendiri, bagian dari pergerakan islamiyah wathaniyah. Maka kita harus memperkuat simpul ukhuwah,” katanya mengenai alasan Dakwah Nusantara.

Perbuatan baik, lanjut Gubernur NTB periode 2008-2018 ini, tidak bisa dikerjakan sendiri, Allah meletakkan semua orang dalam perannya masing-masing. Diakuinya, awal Dakwah Nusantara memunculkan pertanyaan di dalam dirinya.”Apakah saya harus memenuhi undangan? Karena saat itu saya masih menjadi pejabat,” ucapnya.

“Hingga Ibu saya bilang penuhi saja undangan itu. Istri saya juga bilang jalan. Maka saya ingat hadist Rasul ketika pintu kebaikan dibuka, maka masuklah. Kita tak tahu kapan pintu itu tertutup,” sambungnya. Baca juga: Guru Honorer yang Ingin Ikut Seleksi PPPK Siap-siap, Ini Bocorannya

Doktor Ahli Tafsir Alquran ini menegaskan, ternyata langkahnya tak salah. Di akhir jabatan ada gempa menimpa Pulau Lombok. Setelah itu pandemi Covid-19 terjadi hingga saat ini.”Kalau Dakwah Nusantara saat itu tak dilaksanakan, mungkin tak ada Dakwah Nusantara,” tegasnya.

TGB menyebut, salah satu cara mencintai Indonesia adalah berkeliling ke seluruh sudut negeri. Mengutip kata ulama, Islam tak pernah hadir di ruang hampa. Ketika Islam datang tak pernah berusaha menguasai budaya dan perdaban.”Di tanah yang subur Islam menyirami sehingga tanaman tumbuh menjulang,” tandasnya.

halaman ke-1 dari 3

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button