Kilas Info Global

Sejumlah protokol dan ketentuan haji 1442H disetujui

Jeddah (RADAR CIANGSANA) – Otoritas Arab Saudi telah menyetujui sejumlah rekomendasi untuk musim haji 1442 Hijriyah, terutama protokol kesehatan dan tindakan preventif yang diterapkan selama periode haji 1441 Hijriyah.

Menurut Saudi Gazette, pihak berwenang sedang mempelajari kemungkinan penerapan protokol dan tindakan yang proporsional dengan jumlah jamaah, area tenda, fasilitas dan perlengkapan di tempat-tempat suci, serta mengacu pada keputusan yang diambil oleh Komite Haji Tinggi dan otoritas dan instansi. yang terkait.

Protokol mengacu pada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum tiba di zona haji, yang meliputi kelompok umur yang diizinkan, kondisi kesehatan yang baik, dan calon harus bebas dari penyakit kronis. Jemaah haji tentunya tidak perlu menjalani cuci darah atau menderita penyakit kronis yang membutuhkan rawat inap selama enam bulan terakhir. Mereka juga harus memiliki izin untuk menunaikan haji.

Selain itu, jemaah haji harus sudah mendapatkan vaksin COVID-19 sebelum mengikuti ibadah haji. Mereka yang datang dari luar negeri harus menerima dosis penuh vaksin yang disetujui oleh Arab Saudi. Mereka harus menunjukkan sertifikat yang disetujui oleh otoritas kesehatan resmi negara asal serta hasil tes PCR yang menunjukkan negatif COVID-19. Hasilnya harus dikeluarkan dari laboratorium yang diakui di negara asal.

Adapun bagi jemaah haji domestik, syarat yang diperlukan untuk menunaikan ibadah haji termasuk menerima setidaknya satu dosis vaksin yang disetujui, dengan syarat 6 hingga 8 minggu telah berlalu sejak dosis terakhir diterima. Selain itu, dosis kedua harus diterima saat jamaah haji mendapat persetujuan awal haji, dalam jangka waktu minimal dua minggu sebelum berangkat ke kawasan haji.

Tes usap menggunakan PCR juga diperlukan untuk memastikan jemaah bebas dari COVID-19. Tes ini harus dilakukan 40 jam sebelum menuju area prosedur setibanya di area haji.

Kontrol yang ditentukan oleh pihak berwenang telah menetapkan bahwa prosedur harus diikuti di titik masuk di dalam dan di luar negara. Ini termasuk memverifikasi dokumen kesehatan, memeriksa sertifikat vaksinasi, dan melakukan prosedur pemindaian visual.

Prosedur yang ditentukan juga mencakup alokasi akomodasi sesuai dengan persyaratan, termasuk mencegah keramaian di kamar dan ruang makan. Aturan mengatakan layanan prasmanan terbuka tidak akan diizinkan, dan jamaah asing akan dikarantina selama tiga hari.

Di tempat-tempat suci, Dua Masjid Suci dan Area Tengah di Mekah dan Madinah, jamaah akan dikelompokkan dalam gelombang. Pihak berwenang mengatakan akan menyediakan tenda dan titik pemilahan di sepanjang jalur pejalan kaki, Kawasan Jamarat, dan stasiun kereta. Tas akan disterilkan, dan satpam akan mengatur keberangkatan jemaah sesuai waktu yang ditentukan.

Dalam rencana transportasi di Arafah, bus akan ditentukan untuk setiap kelompok, dengan nomor kursi yang diatur untuk setiap jamaah. Peziarah tidak akan diizinkan untuk berdiri selama perjalanan, dan setidaknya satu kursi harus tetap kosong antara satu penumpang dan penumpang lainnya, dengan penumpang yang membawa koper sendiri.

Protokol kesehatan juga menyatakan bahwa semua jamaah harus tetap di lokasi yang ditentukan di Arafah dan Muzdalifah.

Sumber: Saudi Gazette

Baca juga: Anggota DPR meminta pemerintah mendapatkan sertifikasi vaksin Sinovac

Baca juga: Bio Farma mengatakan opsi RI bisa lolos dari persyaratan haji Pemerintah Saudi

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
REPOST BY RADAR CIANGSANA 2021

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button