Kilas Info Daerah

Soal Korupsi Dana Bansos di Desa Cipinang, Bogor, Sekretaris Desa Masih Diminta, Polisi: Orang Ini Hilang

Laporan Reporter TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

RADARCIANGSANA.COM, CIBINONG – Tentang korupsi dana Asisten sosial (bansos) Rp. 54 juta oleh perangkat desa berinisial LH di Desa Cipinang, Kecamatan RumpinKabupaten Bogor masih terus dikembangkan oleh kepolisian.

Setelah LH ditetapkan sebagai tersangka, Sekretaris Desa Cipinang tiba-tiba kehilangan keberadaannya.

Ia kemudian ditetapkan sebagai DPO (daftar orang yang dicari) dan diduga terlibat penyalahgunaan dana bantuan tunai (BST) Kementerian Sosial.

“Awalnya orang ini (sekretaris desa) ada, tapi saat kita bersama, dia sudah pergi,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih memburu Sekretaris Desa Cipinang.

Termasuk menelusuri keluarganya dan tempat-tempat yang sering dikunjungi sekretaris desa.

“Tapi sampai saat ini belum ditemukan,” kata Harun.

Harun juga tidak bisa memprediksi apakah sekretaris desa telah melarikan diri ke luar daerah atau ke tempat lain.

“Kalau kita tahu sekarang di mana ya, ya sudah bukan DPO lagi ya. Kalau tahu akan kabur ke luar kota, pasti kita ambil, kota mana itu. Kalau sudah tahu pasti pasti akan segera (diamankan), “ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum aparat desa di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor berinisial LH ditetapkan sebagai tersangka setelah menyalahgunakan Bantuan Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Pelaku menyunat dana bansos sebesar Rp. 54 juta dengan memanipulasi atau membuat 30 nama penerima bansos fiktif.

Tersangka LH dikenai pasal 43 ayat 1 UU 13 tahun 2011 tentang penanganan masyarakat miskin dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 500 juta.

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button