Berita

Sri Mulyani Minta Restu DPR Tambah Objek Cukai Tahun Ini

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung penambahan objek barang kena cukai untuk menambah penerimaan negara pada 2021.

Pasalnya, pertumbuhan pajak tahun ini diperkirakan masih tertekan sementara penerimaan cukai hanya akan ditopang oleh cukai hasil tembakau.

“Penerimaan cukai kita masih sangat tergantung hanya pada satu komoditas. Barangkali, nanti DPR bisa mendukung pemerintah untuk mulai mengekspansi basis dari cukai kita,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Rabu (27/1).







Di samping itu, hingga saat ini, Indonesia hanya memiliki tiga produk yang dikenakan cukai, yaitu hasil tembakau, etil alkohol atau etanol, dan minuman beralkohol. Padahal, objek cukai rata-rata lebih dari lima produk.

“Terutama minuman berpemanis atau yang lain karena di banyak negara, barang kena cukai itu bisa mencapai lebih dari 7 bahkan 10 jenis, terutama barang-barang yang dianggap memiliki dampak yang tidak baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Seperti diketahui, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir 2020 mencapai senilai Rp212,8 triliun atau minus 0,3 persen dibandingkan 2019.

Dari jumlah tersebut, penerimaan cukai mencapai Rp176,3 triliun atau tumbuh 2,3 persen dari tahun sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

Pertumbuhan tersebut disumbang dari cukai hasil tembakau (CHT) yang mencapai Rp170,24 triliun. Sementara, etil alkohol (MMEA) hanya sebesar Rp5,76 triliun, dan etil alkohol senilai Rp240 miliar.

Pada APBN 2021, pemerintah menargetkan penerimaan cukai sebesar Rp180 triliun. Target itu terdiri atas cukai rokok Rp173,78 triliun. Sementara, sisanya ditargetkan pada pendapatan cukai MMEA, cukai etil alkohol, dan penerimaan cukai lainnya sebesar Rp6,21 triliun.

(hrf/sfr)


Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button