Kilas Info Nasional

Swab Gratis di Tangsel Dihentikan Sementara, Pasien COVID-19:…

loading…

TANGERANG SELATAN – Pemeriksaan swab test gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan. Masyarakat pun mengeluh, harus membayar mahal, hingga Rp900 ribu.

AF, salah seorang pasien COVID-19 mengaku dirinya pasrah dengan dihentikannya untuk sementara SWAB gratis oleh puskesmas. Namun, dia merasa prihatin karena di masa pandemi ini nilai Rp900 ribu bukan angka yang kecil. Baca juga: Alat PCR Labkesda Rusak, Layanan Swab Test Gratis di Tangsel Dihentikan Sementara

“Bagaimana sih? Kok bisa rusak? Kasus lagi tinggi-tingginya, pakai ada maintenance segala. SWAB mandiri tuh mahal, bisa sampai Rp900 ribu,” ujar pria ini mengeluh kepada SINDOnews, Rabu (20/1/2021).

Jika tidak terpaksa, dirinya enggan mengikuti SWAB mandiri. Tetapi, SWAB merupakan kebutuhan saat pandemi.

Diceritakan AF, awalnya dia merasa demam tinggi. Lalu, dia melakukan rapid test antigen dan hasilnya ternyata positif. Kemudian, dia melapor ke puskesmas dan disuruh isolasi mandiri, sambil menunggu jadwal swab gratis.

“Setelah empat hari isolasi mandiri di rumah, saya tes swab di Puskesmas Pisangan. Gratis. Tetapi kok, hasilnya lama keluar. Akhirnya saya terpaksa swab mandiri dan hasilnya positif. Rencana mau swab lagi besok,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Labkesda Tangsel, Riki Hermawan mengatakan pihaknya sedang melakukan maintenance alat PCR Sars Cov-2 dan menghentikan sementara penerimaan sampel COVID-19 gratis dari puskesmas.

“Kami sedang maintenance PCR Labkesda Tangsel. Kami sedang melakukan general cleaning menjaga keselamatan petugas dan sampel, pengecekan alat-alat, dan sedang melakukan kalibrasi rutin,” jelas Riki kepada SINDOnews. Baca juga: Nakes di Tangsel Mulai Divaksin, Benyamin: Ada 4 Jalur, Semua Berjalan Baik

Sementara untuk sampel COVID-19 yang sudah masuk beberapa hari sebelumnya akan tetap diproses dan tidak sia-sia. “Untuk menjaga kualitas pemeriksaan sampel, sampel sementara ini kami kirim ke BBTKL dan Mikro UI, Litbangkes dan Labkesda Provinsi Pak. Mohon dimaklum sekali ya pak,” pungkasnya.

(kri)

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button