Kilas Info Nasional

Tentara Ethiopia pada Wanita Korban Perang Tigray: ‘Pilih, Saya…

loading…

TIGRAY – Wanita muda penjual kopi ini mengatakan bahwa dia dipisahkan dari keluarga dan teman oleh seorang tentara Ethiopia di Sungai Tekeze, dibawa ke jalan setapak, dan diberi pilihan yang mengerikan.

“Dia berkata: ‘Pilih, saya bunuh kamu atau memerkosa kamu’,” kata wanita berusia 25 tahun itu mengingat ucapan tentara yang memerkosanya. Cerita memilukan itu dia sampaikan kepada Reuters di kamp pengungsi Hamdayet di Sudan tempat dia melarikan diri dari perang di wilayah Tigray, Ethiopia.

Baca juga: Daftar Militer Terkuat Dunia 2021: Indonesia Ungguli Israel dan Arab Saudi

Dokter yang merawatnya ketika dia tiba di kamp pada bulan Desember, Tewadrous Tefera Limeuh, membenarkan kepada Reuters bahwa dia memberikan pil untuk menghentikan kehamilan dan penyakit menular seksual, dan membimbingnya ke psikoterapis.

“Tentara itu…memaksa menodongkan senjata dan memerkosanya,” kata Tewadrous, yang menjadi sukarelawan di Bulan Sabit Merah Sudan. “Dia (korban) bertanya apakah dia (tentara) punya kondom dan dia (tentara) berkata; ‘mengapa saya membutuhkan kondom?’,” lanjut Tewadrous yang merangkum pengakuan korban kepadanya.

Lima pekerja bantuan untuk kelompok bantuan internasional dan Ethiopia mengatakan mereka telah menerima beberapa laporan pelecehan serupa di Tigray. PBB mengajukan tekanan minggu ini untuk diakhirinya kekerasan seksual di wilayah tersebut.

Di antara “sejumlah besar” tuduhan, terutama laporan yang mengganggu telah muncul tentang orang-orang yang dipaksa untuk memerkosa kerabat atau berhubungan seks dengan imbalan persediaan kebutuhan pokok. Hal itu disampaikan Kantor Perwakilan Khusus PBB untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik dalam sebuah pernyataan pada Kamis lalu.

Pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed dan militer Ethiopia tidak segera menanggapi pertanyaan dari Reuters tentang laporan pemerkosaan. Otoritas Ethiopia sebelumnya telah membantah pelanggaran hak asasi manusia, dan malah menuding Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), bekas partai yang berkuasa di kawasan itu yang pasukannya dituduh sebagai pemberontak.

Source link

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button