Kilas Info Daerah

Tien Batatie, Ketulusan Mengabdi 33 Tahun Mengajar sebagai Guru Kehormatan

Keterangan: Tien Batatie Saat Mengajar Kelas



Media Digital Bogor

BOGORnews.com ::: Status sebagai guru honorer selama 33 tahun mengajar dengan penghasilan yang jauh dari mencukupi, tak membuat Tien Batatie (53) mengabdi luntur. Baginya, mendidik satu generasi anak bangsa untuk terus mengenyam pendidikan jauh lebih berharga dari sekedar reward. “Yang saya lakukan adalah tanggung jawab saya sebagai guru dan saya ikhlas,” ujarnya.

Tini, panggilan akrabnya Tien Batatie, mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muawanah yang terletak di Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, kota Bogor, ia ingat betul saat pertama kali mengajar anak-anak di kondisi madrasah yang memprihatinkan, dimana siswa harus belajar bersama. – dipasang ke ruang kelas dengan menggunakan peralatan seadanya.

“Saya pertama kali mengajar pada tahun 1986 dengan hanya dua ruang kelas lokal. Saya mengajar kelas 2 dengan 70 siswa dan kelas 3 yang berjumlah 60 siswa. Bayangkan bagaimana mengajar sebanyak 130 siswa dalam satu ruangan dan saya stres saat itu,” kenangnya. saat ditemui, Selasa (6/4/2021).

Ia mengaku pernah mengalami gaji 7.500 per bulan. Setelah mendapat surat keputusan (SK) menjadi guru honorer pada tahun 1988, penghasilannya pun meningkat meski tidak seberapa. Menurutnya, menjadi guru honorer dengan penghasilan yang relatif rendah tidak perlu dikeluhkan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Tien Batatie selain mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muawanah juga mencari penghasilan tambahan untuk menjadi guru di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Mandiri.

“Yang saya lakukan hanya mendidik keikhlasan, karena saya yakin Allah akan selalu memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga,” kata Arrahmaniyah alumnus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) ini.

Tak hanya dia, guru lain bernama Patonah jauh lebih lama, yakni 36 tahun mengabdi di Madrasah Al-Muawanah Ibtidaiyah sejak 1985 dan belum memiliki sertifikasi. “Saya sudah 35 tahun jadi guru, kalau berharap jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saya sudah coba mendaftar tapi rezeki belum cukup. Saat ini masih memungkinkan dengan usia 53 tahun, seolah-olah ditutup karena usia, “ucapnya sambil tersenyum.

Berharap Lulusan Menjadi Anak Sholeh dan Sholehah

Guru kelahiran Bogor, 26 April 1968 ini akan selalu diajar dengan kasih sayang dan kekeluargaan sehingga memberikan rasa nyaman kepada siswa dalam proses pembelajaran. Meski keterbatasan pendidik sebagai manusia biasa tidak dapat disangkal, namun ia yakin tidak ada satupun guru yang menginginkan siswanya. menjadi bodoh.

“Saya selalu berharap agar anak-anak kelak cerah kelak, berakhlak mulia, menjadi anak Sholeh dan Sholehah serta berguna bagi bangsa dan negara,” pungkas Tien Batatie mengakhiri perbincangan. * (Laki-laki)


Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button