Kilas Info Daerah

Tindakan Asusila terhadap Anak di Bawah Umur di Polres Karawang

KARAWANG – Wartapasundan.id

Bareskrim Polres Karawang mengungkap kasus-kasus hubungan seksual atau perbuatan cabul terhadap anak perempuan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP / B-674 / V / 2021 / Jbr / Res Krw, 23 Mei 2021.

Peristiwa pertama terjadi pada tahun 2013 & tahun 2018 lalu dengan TKP di Sentul Kp. Toge Rt. 001 Rw. 011 Desa Cikampek Selatan Kec. Kabupaten Cikampek. Karawang, di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi Kp. Desa Sukaseuri Sarimulya Kec. Kota Baru Kab. Karawang dan Kp. Cisereuh Ex. Nagri Kidul Kec. Purwakarta Kab. Purwakarta.

Pelapornya adalah ibu rumah tangga, seorang MN Almt perum BKR blok N3 No 10 Rt. 038/010 Ds. Cibening Kec. Bungursari Kab. Purwakarta sedangkan korban berinisial FAF berusia 18 tahun.

Terduga tersangka AS beralamat di Kp. Batukarut Rt. 001 Re. 001 Ds. Liunggunung Kec. Plered Kab. Purwakarta, pelaku memaksa ancaman kekerasan terhadap anak (korban) untuk melakukan hubungan seksual atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul.

Menurut keterangan saksi, awal kejadian terjadi pada hari, tanggal dan bulan lupa pada tahun 2013 saat korban kelas 4 SD & sedang tidur di kamar neneknya yang terletak di kontrakan neneknya di TKP. Bulan lupa 2015 kejadian itu terulang kembali di rumah kontrakan Kp. Sukaseuri Ds. Sarimulya Kec. Kabupaten Kotabaru. Karawang melalui saat korban tertidur, tiba-tiba korban merasakan ada yang merasakan ketika korban terbangun, ternyata pelaku yang melakukannya.

Masih kata saksi kemudian korban memejamkan mata karena takut, kemudian korban berhubungan badan kemudian kejadian terakhir terjadi pada hari dan tanggal lupa Maret 2018 di rumah neneknya di Kp. Cisereuh Ex. Nagri kidul Kec. Purwakarta Kab. Purwakarta.

Saksi menambahkan, kemudian saat korban tidur di salah satu kamar, pelaku masuk dan meremas payudara korban, kemudian korban karena takut langsung membalikkan badannya dengan membalikkan badan ke posisi pelaku berada.

Sementara itu, Kapolres Karawang, Polda Jabar melalui Kanit Reskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana, SIK, MH mengatakan tersangka AS telah melanggar pasal 81 atau 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Kejadian itu dibuktikan dengan hasil visum korban saat merobek pukul 2 dan pukul 8, sampai bawah,” kata Kepala Bareskrim.

Pelaku ditemukan berdasarkan informasi publik dan kemudian diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

“Kemudian penyidik ​​menahan tersangka, dan segera menyerahkan berkas perkara ke jaksa penuntut umum”, tambah Oliesta. (Merah).

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button