Info Aktual

Usir Roh Jahat, Gelar Aksi Aksi Rakyat untuk KPK | Radar Ciangsana

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi ‘Aksi Rakyat untuk KPK’ di Gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/5). (Muhammad Ridwan / JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi ‘Aksi Rakyat untuk KPK’ di Gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan. Para peserta aksi terlihat memakai masker wajah empat Pengawas KPK dan satu pimpinan KPK.

Keempat anggota Dewas tersebut antara lain Tumpak Hatorangan Panggabean, Syamsuddin Haris, Albertina Ho dan Harjono. Begitu juga dengan Ketua KPK Firli Bahuri. Mereka juga menyalakan dupa dan menyiapkan persembahan yang telah disiapkan. Mereka juga menggelar sapu, melempari keempat anggota Dewas dan Firli dengan bunga.

“Tindakan untuk mempersulit KPK sendiri adalah membasmi roh-roh jahat dari berbagai kalangan, terutama pemerintah dan orang-orang di baliknya melawan KPK,” kata peserta aksi Sita Amsari di Gedung KPK ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/5). ).

ibn khaldun university bogor uika

Sita menyampaikan, kondisi KPK saat ini sedang dalam keadaan darurat. Dia tak menampik, 51 pegawai KPK yang akan diberhentikan bisa melumpuhkan kinerja pemberantasan korupsi.

“Jika kita bungkam maka itu sama saja dengan melakukan tindak pidana, oleh karena itu tindakan ini merupakan salah satu rangkaian kita untuk mengingatkan masyarakat dan pemerintah bahwa anak reformasi yang sebenarnya, dalam hal ini KPK, harus kita bersihkan dari niat jahat dan niat masyarakat. kedaulatan harus kembali kepada rakyat, ”ujarnya. Kata Sita.

“Karena kebijakan saat ini didominasi oleh kepentingan oligarki. Oleh karena itu, sudah saatnya alarm dinyalakan,” lanjutnya.

Sita berharap ke-51 pegawai KPK itu diberi keadilan. Ia menilai uji wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai KPK sebagai alat untuk menyingkirkan pegawai yang berintegritas.

“51 pegawai KPK harus diberi keadilan, tidak layak dipilih dengan mekanisme seperti itu, dengan pertanyaan diskriminatif seksis. Karena jika kita melanggengkan perlakuan seperti itu sama saja dengan membiarkan rezim ini bertindak semena-mena dan pelan-pelan melenyapkan orang-orang berintegritas,” ucapnya. Sita.

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin

Sumber

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button